.perihal mengeluh.

.perihal mengeluh.

Jangan jadi kaum mayoritas dong. Dari tadi ngeluh terus.

Saya menoleh mendengar kalimat itu. Spontan, saya bertanya pada Maggi, teman sebelah saya yang mengatakan kalimat itu. Apa? Maggi menoleh dan bilang,” Iya kamu. Dari tadi ngeluh aja!”. Saya nyengir. Mau tidak mau setuju dengan ucapannya itu. Sepagi itu memang saya sungguh “cengeng”, kehabisan tiket kereta ngeluh, kerjaan kurang ini itu menggerutu, ada telpon minta ini itu, saya ngomel. Maggi yang duduk di sebelah saya dan mendengar segala rengekan saya pasti merasa jengkel.

Sebenarnya, saya juga tidak tahu kenapa pagi itu saya begitu mudah mengeluh untuk hal-hal sepele dan kurang penting. Padahal waktu yang saya pakai untuk mengeluh pasti akan lebih bermanfaat kalau saya gunakan untuk mencari jalan keluar dari apa yang saya hadapi. Tapi nyatanya saya tetap saja mengeluh. Baru setelah “sindiran” dari teman saya itu saya diam dan berpikir. Iya ya, ga penting banget saya mengeluh. Masalah tidak terselesaikan, justru makin runyam.

Saya kemudian memikirkan kalimat teman saya itu. Mayoritas? Itu artinya mengeluh, sudah menjadi suatu hal yang sering dan banyak dilakukan. Paling tidak, si teman ini sering mendengar keluhan dan merasa enek karenanya. Bisa jadi juga, mengeluh sudah menjadi kebiasaan. Sehingga baik yang melakukan maupun mendengar menggangapnya hal yang lumrah. Tapi, coba tanyakan lagi apakah benar orang yang mendengar keluhan menganggapnya lumrah? Mungkin saja dia sebenarnya bosan dan jengkel seperti teman saya, bedanya tidak banyak orang yang suka berterus terang seperti Maggi. Jangan-jangan senyumnya saat mendengar keluhan kita adalah bentuk lain dari “daripada mengeluh, mending kerja deh”.

Setelah pikir-pikir itu, saya ambil kesimpulan. Setiap ada masalah dan mulut ini rasanya gatal ingin mengeluh, saya lebih baik diam dan memikirkan solusi apa yang kira-kira bisa saya ambil. Atau daripada mengeluarkan keluhan yang berdampak negatif ke orang sekitar, lebih baik saya ubah keluhan menjadi curhatan, hehehe, dan minta dibantu cari solusi. Tidak mudah memang, tapi kalau ini terus dilakukan akan menjadi kebiasaan yang jauh lebih oke daripada sekedar mengeluh tanpa kejelasan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s