.ringan berkomentar.

.ringan berkomentar.

komentar

Si A gini, si B gitu. Entah kenapa kalau orang mengomentari orang, ujung-ujungnya orang itu akan mengajak kita bergosip. Dari komentar tentang keserasian alias ke-matching-an penampilan bu A sampai menjadi cerita rumah tangga bu A. Sekarang memang mudah bagi orang untuk berkomentar. Lewat omongan langsung maupun lewat media sosial. Dari semula risih, saking seringnya menjadi masa bodoh. Seperti pagi ini. Ada teman mengomentari si X. Bermula dari pola kerja si X sampai menjurus ke kehidupan pribadi X. Ga nyambung dan ga penting. Dan bodohnya saya, hanya diam dan mendengarkan. Padahal ini sudah menjurus ke ghibah.

Awalnya saya punya cara yang cukup jitu untuk mengatasi ini. Pasang earphone di telinga, nyalakan musik. Beres. Tapi yah namanya saja orang berkomentar. Ga mesti pas kita sudah siap tempur dengan earphone kan. Ada kalanya kita sedang membahas hal lain, eh, nyelonong komentar ini itu. Saya jadi mikir, saya saja yang hanya mendengar komentar risih. Bagaimana kalau saya yang dikomentarin? Saya yang digosipin? Bete, kesal dan benci pasti. Bukan berarti saya putri suci yang ga pernah komentar dan yah, ngomongin orang juga. Tapi kalau mengandaikan diri saya yang di posisi terkomentari, mau ga mau saya harus tutup mulut. Intinya, kalau orang itu bisa mengomentari orang lain sedemikian rupa di depan saya, berarti dia bisa melakukan hal yang sama terhadap kita.

Berkomentar memang mudah. Kadang kita berpikir buat lucu-lucuan atau sekedar daripada sepi. Padahal siapa tahu, orang yang kita komentari mendengar. Bagaimana kalau dia sakit hati atau komentar kita itu membuat dia melakukan hal yang buruk? Bukankah kita ikut bertanggung jawab di dalamnya? Dan yang namanya omongan, tidak pernah bisa kita tarik dan batalkan. Saya menulis ini bukan sok tahu atau bagaimana. Ini lebih pengingat untuk diri saya sendiri. Bahwa apapun yang keluar dari lisan saya,Β  akan diminta pertanggungjawabannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s