.tentang teman.

.tentang teman.

Bulan Agustus lalu, saya bertemu teman seangkatan yang ditempatkan di kantor pusat. Saya baru kenal dia hari itu, dikenalkan oleh teman yang lain. Tapi tidak sampai 10 menit, kami sudah akrab. Cerita haha hihi sana sini. Membahas perbedaan kantor pusat dan kantor induk. Membicarakan teman seangkatan yang “kaya” karena sering dinas, mereka yang sudah menikah dan mereka yang sudah menjadi seseorang atau mereka yang masih seperti kami, masih suka haha hihi.

Friend
Friendship

Ah ya, terkadang cara mendapatkan teman memang suka ajaib. Ada yang seperti cerita di atas, kenal dari teman lalu langsung akrab. Tapi, saya juga punya teman yang saya kenal dengan cara unik. Kami entah bagaimana, pernah suka pada orang yang sama. Hahaha, semacam cinta monyetlah. Bukannya bersaing atau bagaimana kami malah menjadi teman. Memang kami bukan teman yang akrab sekali tapi kami saling bercerita hingga sekarang. Lucu kalau ingat bagaimana kami bisa saling berteman. Fakta bahwa tidak ada satu pun dari kami yang berhasil “jadi” dengan si cowok ini barangkali yang membuat kami dekat πŸ™‚

Saya menilai diri saya sebagai orang yang so so dalam berteman. Bukan yang cepat akrab sekali bukan pula yang cuek dan tidak peduli. Tapi bukan berarti saya tidak punya teman akrab. Dua teman akrab saya, berteman sejak SMP. Secara akademis, kami bersaing cukup ketat. Namun di luar itu, kami berteman akrab. Bukan yang setiap hari bertemu, bahkan bisa setahun sekali bertemu. Tapi entah kenapa, saya merasa mereka dekat dan saling memahami. Manusia tumbuh dan berubah, secara fisik, perilaku maupun cara berpikirnya. Dan ini pula yang membuat pertemanan saya dengan beberapa teman lama berubah, dari akrab menjadi biasa saja. Entahlah, tiba-tiba kami menjadi asing dan saya tidak merasa cukup nyaman untuk meneruskan pertemanan dengan mereka. Dua teman ini pun berubah tapi kami masih cukup nyaman untuk saling berbagi. Satu lagi teman yang cukup akrab, datang dari masa SMA saya. Jelas sekali, kami orang yang berbeda. Teman saya ini cenderung rapi dan teratur sedangkan saya lebih ceroboh. Itu hanya satu dari sekian perbedaan kami. Namun sekali lagi entah kenapa kami masih nyaman dan akrab berteman sampai sekarang.

Dari sebagian cerita tentang pertemanan saya, satu kesimpulan saya ambil. Seperti semua hal di dunia yang terjadi bukan karena kebetulan, pertemuan dan pertemanan saya dengan teman-teman saya, yang masih bertahan maupun tidak, yang menjadi akrab atau biasa saja itu pun bukan suatu kebetulan. Mereka adalah buku tempat saya belajar dan terus belajar.

No friendship is an accident_O Henry

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s