.hujan bulan juni.

.hujan bulan juni.

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

_sapardi djoko damono_

Ini salah satu puisi yang saya suka. Hujan di bulan Juni, sesuatu yang hebat bukan? Menurut musim di Indonesia, musim hujan baru akan datang bulan Oktober dan berakhir Maret. Sungguh mustahil menikmati hujan di bulan Juni. Tentu itu saat pak Sapardi membuat puisi ini, lebih dari 20 tahun lalu. Kalau sekarang, jangan ditanya. Sulit membedakan mana musim hujan dan musim kemarau.

Saya mengartikan hujan bulan Juni sebagai bentuk kerinduan. Ingin segera berjumpa walaupun tidak mungkin. Juga bentuk cinta dalam diam. Tiga bait dengan kata-kata sederhana namun indah. Itu penafsiran saya. Boleh sepakat, boleh juga tidak πŸ™‚

Oya, Juni adalah bulan kelahiran saya. Bisa jadi, cinta saya ke puisi ini juga didorong oleh hal tersebut. Well, i love June. I love Hujan Bulan Juni.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s