.sebuah tempat bernama Kulon Progo.

.sebuah tempat bernama Kulon Progo.

Percakapan ini antara saya (Unita) dan teman/ rekan/kenalan (X).

X: Asalnya darimana mbak ?

U: Dari Kulon Progo pak/bu/mas/mbak

X: Dimana itu? Jawa timur ya?

U: Itu Ponorogo pak/bu/mas/mbak.

Hehehe. Itulah yang sering terjadi kalau saya bilang saya berasal dari Kulon Progo. Pada akhirnya saya harus menjelaskan kalau Kulon Progo itu adalah kabupaten di Yogyakarta. Jika sudah begitu, akan ada pertanyaan lanjutan. Seperti ini kira – kira:

U: Kulon Progo itu di Yogyakarta

X: Oh, Gunung Kidul ya?

U: (waduh, tambah jauh) Beda pak/bu/mas/mbak . Kulon Progo itu Yogya barat.

X: Hmmm, Merapi ya?

U: Bukan (senyum sedih, ga terkenal amat sih)

Untuk itu di postingan ini saya ingin memperkenalkan tempat kelahiran saya. Secara geografis Kulon Progo terletak di bagian barat daerah istimewa Yogyakarta. Sebelah timur berbatasan dengan Sleman dan Bantul sedangkan di barat berbatasan dengan Purworejo. Batas utara adalah Magelang dan selatan berbatasan langsung dengan samudra Hindia. Boleh dikatakan bagian selatan Kulon Progo merupakan dataran rendah dan pantai sedangkan bagian utara adalah dataran tinggi yang dikenal dengan perbukitan Menoreh.

Harus saya akui Kulon Progo memang kurang familiar. Setidaknya banyak orang yang saya temui tidak tahu ada tempat bernama Kulon Progo. Saya kurang nyaman menjawab asal saya dari Jogja. Nanti kalau ditanya sebelah mana Malioboro, saya makin susah memberi jawaban. Kebayang dong, Malioboro ada di warna kuning sedangkan Kulon Progo ada di warna abu. Jauhnya.

daerah istimewa yogyakarta
daerah istimewa yogyakarta

Bila teman sekalian dalam perjalanan dari arah Bandung atau Jakarta melalui jalur selatan dan melewati patung Nyi Ageng Serang, tandanya teman sekalian telah memasuki ibukota Kulon Progo yaitu Wates. Nyi Ageng Serang sendiri merupakan pahlawan nasional yang dimakamkan di Kulon Progo.

Monumen Nyi Ageng Serang, landmark kota Wates
Monumen Nyi Ageng Serang, landmark kota Wates

Saya kadang mikir, kenapa ya Kulon Progo kurang dikenal. Mungkin karena kurang ada yang khas dan unik. Jika saya menyebut Sleman, orang akan ingat Merapi dan salak pondoh. Kalau Bantul, yang mereka ingat adalah pantai Parangtritis dan Kasongan. Banyak juga yang mengingat peristiwa gempa 2006. Kalau Gunung Kidul, tentu orang tahu Gua Pindul yang hits.

Syukurlah, belakangan ini Kulon Progo makin dikenal. Kalau saya sebutkan rumah pohon Kalibiru pasti banyak yang tahu kan, utamanya yang muda-muda (tetep, kalau ke yang senior akan terjadi lagi percakapan seperti di awal tulisan ini). Kalibiru terletak di kecamatan Kokap dekat dengan waduk Sermo. Dari kota Yogyakarta tempat ini dapat ditempuh dengan kendaraan sekitar 60 sampai 90 menit.

teman saya, Prisca di spot paling hits Kalibiru
teman saya, Prisca di spot paling hits Kalibiru

Nah, lain kali kalau teman sekalian selfie di rumah pohon ini jangan lupa tambahkan #kulonprogo ya. Semoga dengan begitu makin banyak orang yang tahu tentang Kulon Progo 🙂 Dari atas pohon ini, kita bisa melihat pemandangan waduk Sermo dan hijaunya kawasan Kalibiru. Selain wisata alam seperti Kalibiru, banyak tempat wisata lain yang bisa dikunjungi seperti pantai Glagah, pantai Trisik dan wisata religi antara lain Gua Maria Sendangsono dan Makam Girigondo.

pantai di selatan dan perbukitan di utara (gambar dari sini)
pantai di selatan dan perbukitan di utara (gambar dari sini)

Suatu tempat tidak akan lengkap tanpa makanan khas. Boleh dikatakan yang khas dari Kulon Progo adalah geblek. Geblek dibuat dari adonan tepung tapioka yang dibumbui kemudian dibentuk seperti angka delapan. Teksturnya kenyal dan rasanya gurih, hampir seperti cireng. Geblek paling enak dimakan saat hangat.

geblek
geblek

Dari makanan ini, lahirlah batik geblek renteng yang merupakan motif batik khas Kulon Progo. Motif batik geblek renteng merupakan motif yang dibuat oleh Ales Candra dan menang dalam lomba desain motif batik khas Kulon Progo. Salut untuk Ales karena dia masih sangat muda dan kreatif. Saat ini batik geblek renteng dipakai secara luas mulai dari seragam sekolah dan instansi pemerintah sampai baju pak Bupati 🙂

ragam motif batik geblek renteng
ragam motif batik geblek renteng

Sebagai warga yang baik, saya ikut juga memakai batik khas ini. Dipakai untuk kondangan kece juga kan?

berbatik geblek renteng :)
berbatik geblek renteng 🙂

Satu hal yang saat ini ramai dibicarakan terkait Kulon Progo adalah berita akan dibangunnya bandara internasional di wilayah Temon. Ada banyak pro dan kontra terkait rencana pembangunan bandara ini namun sebagai penduduk asli Kulon Progo saya berharap yang terbaik bagi masyarakat. Jadi atau tidaknya bandara dibangun yang terpenting adalah masyarakat tetap bisa hidup dengan nyaman dan damai.

Sekian cerita saya tentang Kulon Progo. Semoga ke depan Kulon Progo semakin maju dan menjadi tempat yang lebih baik. Sekarang, kalau saya jawab asal saya dari Kulon Progo, sudah tahu kan adanya dimana?

Salam, Unita.

Iklan

8 thoughts on “.sebuah tempat bernama Kulon Progo.

  1. Halo Mba, mungkin lain kali kalau ditanya Kulon Progo di mana jawabnya di Jogja perbatasan Purworejo Mba (Makin ga dikenal, LOL). Salam dari saya tetangganya Mba, saya dari Purworejo asalnya. Sama, di tempat saya juga banyak geblek, haha

    1. Hahaha, udah pernah Ni aku jawab sebelahnya Purworejo. Tetep masih bingung tapi. Entah kenapa nyambubgnya pada Gunung Kidul. Salam kenal Nia, ayo makan geblek bareng

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s