.majalah Annida.

.majalah Annida.

Annida dari masa ke masa
Annida dari masa ke masa

Salah satu kegiatan yang saya lakukan untuk mengisi waktu luang adalah membaca. Selain buku, saya menempatkan majalah sebagai pilihan utama dibanding koran dan tabloid. Alasannya bentuk majalah yang kompak menjadikannya nyaman dipegang dan tidak perlu melipat sana sini untuk membacanya. Nah, kali ini saya mau berbagi tentang majalah yang sering saya baca jaman SMP, SMA dan awal – awal kuliah. Namanya majalah Annida.

Saya pertama kali baca Annida punya kakak. Selanjutnya saya berlangganan majalah ini. Annida memuat cerita yang islami dan penuh hikmah. Mulai dari cerita kehidupan remaja sampai cerita bertema sosial. Ada juga epik tentang perjuangan Islam, cerpen bahasa Inggris, serial, cerita bersambung dan rubrik Bianglala yang mengupas suatu tema. Salah satu cerita favorit saya adalah serial Aisyah Andini di sekolah Khatulistiwa karangan mbak Wince Sindria. Ada juga cerbung dengan tokoh utama Fitri (saya lupa judulnya) karya Pak Melvi Yendra yang berbau detektif. Kalau untuk cerita pendeknya (disebut kias) salah satu yang saya sukai adalah Melupakan Setyo juga dari mbak Wince Sindria.

melupakan Setyo
melupakan Setyo

Saya mulai berhenti berlangganan Annida setelah majalah ini berevolusi menjadi lebih besar dan bercover finalis remaja berprestasi Annida. Rasanya ga Annida aja, hehehe. Meskipun begitu saya beli juga beberapa majalahnya yang bercover “model” ini. Setelah itu, seingat saya Annida ganti konsep lagi. Menjadi fokus ke dunia buku dan penulisan. Saya sempat membeli beberapa edisi Annida ini. Namun akhirnya Annida harus menyerah juga pada kenyataan. Edisi cetaknya akhirnya tidak terbit lagi dan berubah dalam format online. Seringkah saya membuka webnya dan membaca ceritanya? Tidak 🙂 Saya sendiri tidak tahu kenapa, bagi saya membaca majalah dengan memegangnya langsung lebih mengasyikkan. Selera pribadi mungkin.

Sampai sekarang, saya masih menikmati membaca ulang majalah Annida. Saya tetap mendapat banyak masukan positif dari cerita dan artikel di majalah tersebut. Bagaimanapun juga, Annida telah menjadi salah satu sahabat masa remaja saya. Dan saya bersyukur pernah mengenalnya.

#ditulis dalam rangka nostalgia masa remaja 🙂

Salam, Unita.

Iklan

3 thoughts on “.majalah Annida.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s