.tsundoku.

.tsundoku.

http://www.openculture.com/2014/07/tsundoku-should-enter-the-english-language.html

Hari ini saya menemukan kata yang tepat untuk kebiasaan buruk akhir-akhir ini. Tsundoku, membeli buku tapi tidak membacanya dan membiarkannya bertumpuk begitu saja. Lebih lanjut tentang tsundoku bisa dibaca disini.

Entah kenapa belakangan ini saya kurang bergairah untuk membaca. Akibatnya buku yang saya beli hanya menumpuk pasrah. Bisa jadi, hal ini dikarenakan sekarang saya banyak menonton video di youtube. Akhir-akhir ini saya memang menjadi penikmat acara Korea (lagi) yaitu Happy Together dan triplet. Alhasil waktu untuk membaca lebih banyak terpakai untuk nonton.

Beberapa tahun lalu tidak masalah menghabiskan akhir pekan dengan membaca atau membaca beberapa bab sebelum tidur.  Belakangan ini, kegiatan tersebut semakin sulit saya lakukan. Akhir pekan banyak saya habiskan dengan jalan-jalan. Herannya, saya masih suka main ke toko buku kemudian membeli. Walhasil, makin menumpuklah hutang buku yang harus dibaca.

wpid-cam01930.jpg

Tentu saja saya tidak ingin kebiasaan buruk ini berlarut-larut namun sejujurnya saya belum menemukan solusi yang tepat untuk mengatasinya. Yang terpikir oleh saya saat ini adalah memaksakan diri membaca sebelum tidur. Atau dengan membawa buku di dalam tas sehingga waktu menunggu atau antri bisa saya manfaatkan untuk membaca. Dan satu lagi, ini sudah mulai saya lakukan bulan ini. Stop membeli buku baru. Hahaha, dadah-dadah dulu deh sama novel Pulang-nya Tere Liye. Sebelum buku-buku yang menumpuk itu selesai dibaca saya belum akan membeli buku lagi.

Selain boleh membeli buku lagi, saya juga menyiapkan reward lain bila berhasil membaca tumpukan buku itu. Kebetulan, saya lagi pengen banget buku mewarnai untuk dewasa. Salah satunya adalah Secret Garden karya Johanna Basford.  Semoga saja ketika saya berhasil menumpas tumpukan buku itu diskon bukunya masih tersedia. Doakan saya ya 🙂

Iklan

4 thoughts on “.tsundoku.

  1. Sesama pelaku tsundoku toss dulu deh, haha
    Sejak ngeles privat, ngidam coret-coret warnaku agak terlampiaskan nih. Kadang-kadang murid-muridku harus ‘disogok’ sama mewarnai sebelum mau belajar lagi soalnya. Dan aku menikmati muka mungil yang takjub karena hasil mewarnaiku tidak keluar garis, huahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s