.hobi baru: postcrosssing.

.hobi baru: postcrosssing.

Sudah sekitar 4 bulan ini saya punya hobi baru. Namanya postcrossing. Makanan apaan tuh? Jadi sederhananya, postcrossing adalah bertukar kartu pos secara acak dengan orang lain baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal ini sesuai dengan moto postcrossing yaitu send a postcard and receive a postcard back from a random person in the world.

Bagaimana awal saya ikut postcrossing? Semua bermula dari keisengan mengirim kartu pos untuk diri sendiri dan beberapa teman saat traveling ke Korea beberapa bulan lalu. Kartu pos saya mendarat dengan selamat 21 hari kemudian. Yang saya rasakan saat menerima kartu itu adalah senang. Kemudian terpikir lain kali bila ada kesempatan pergi โ€“ pergi saya akan mengirim kartu lagi. Tapi kebayanglah, perginya juga kapan tahu, bagaimana bisa dapat kartu pos rutin. Terima kasih pada internet, akhirnya saya menemukan cara lain untuk mendapat kartu pos melalui postcrossing.

postcrosser

Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum dapat bertukar kartu pos adalah mendaftar di website postcrossing. Selanjutnya kita akan mendapat lima alamat postcrosser (sebutan untuk anggota postcrossing) acak untuk dikirimi kartu pos. Setiap satu alamat akan dilengkapi dengan nomor identitas kartu. Nomor identitas ini harus kita tuliskan di kartu pos yang dikirim. Setelah kartu sampai ke penerima, di penerima akanย meregister kartu pos tersebut. Inilah fungsi dari nomor identitas kartu. Apabila kartu kita telah diregister penerima, saatnya bagi kita menunggu kartu pos kiriman dari poscrosser lain.

5 pertama

Lima kartu pos pertama saya akan menemukan rumah barunya di Rusia, Amerika Serikat, Slovenia, Jerman dan Brazil. Saya agak khawatir mendapatkan alamat Rusia karena menurut beberapa blog yang saya baca, kartu ke Rusia perlu waktu lama untuk sampai atau kadang malah tidak sampai ke tujuan. Kemudian mulailah saya berburu kartu pos. Yang terpikir untuk didatangi adalah toko buku. Dan jawaban dari mas pramuniaga di salah satu toko buku adalah kartu pos, yang kaya gimana ya? Hahaha, kemudian saya mlipir. Akhirnya saya mendapatkan kartu pos di kios depan kantor pos Jl. Asia Afrika Bandung.

perangko

Untuk lima kartu pertama, saya sengaja memilih kartu tentang Bandung dan Pangandaran. Tujuannya biar gampang buat diceritain sih. Setelah beli kartu, tulis cerita, jangan lupa tempel perangko. Perangko bisa dibeli di loket benda pos, namun bila ingin perangko yang gambarnya beragam bisa didapatkan di bagian filateli. Asli, perangko Indonesia bagus-bagus gambarnya lebih ingin buat koleksi daripada dikirim sebenarnya. Biaya perangko untuk kartu pos ke Asia 6000 rupiah, ke Eropa 7000 rupiah dan Amerika 8000 rupiah. Mahal dong biaya postcrossing? Sebetulnya relatif ya. Namanya juga hobi kan ๐Ÿ™‚

jepang

Kartu pos pertama saya terkirim ke Slovenia. Rasanya senang membaca postcrosser lain suka dengan kartu yang diterimanya. Dan setelah menunggu, akhirnya saya mendapatkan kartu pos pertama saya. Pas dengan keinginan saya yang pengen banget dapat kartu pos dan perangko Jepang.

photogrid_1448880293649.jpg

Selama kurun 4 bulan ini, saya baru mengirim 24 kartu pos dengan 17 kartu telah diterima postcrosser lain. Saya juga sudah menerima 17 kartu. Ga tahu kenapa saya paling sering dapat kartu dari Jerman dan Belanda. Mungkin karena jumlah postcrosser di dua negara itu memang banyak ya.

belandajerman

eropa

Semakin lama saya ikut postcrossing, saya semakin suka. Membaca berbagai cerita dari orang yang belum pernah kita temui ternyata sangat menyenangkan. Begitupun dengan apa yang saya tulis untuk postcrosser lain. Makin banyak hal yang bisa saya tulis dibalik gambar kartu yang indah itu. Menerima kartu pos dan membaca pesan bahwa kartu pos saya telah diterima sama membahagiakannya untuk saya.

Demikianlah cerita tentang hobi baru saya. Kalau teman sekalian, punya hobi baru apa?

Iklan

14 thoughts on “.hobi baru: postcrosssing.

  1. seperti kembali kejaman dulu ya nit..he. aku dulu hobi bgt filateli..sampe punya buku khusus buat naroh prangko dr berbagai macam gambar dan negara. klo pas lebaran gitu dikirimin kartu lebaran senangny minta ampun ๐Ÿ˜€ , sampe dikumpulin byk bgt. jaman sd-sma hobi bgt kirim surat/kartu ucapan ke temen,sahabat,sodara + pacar (klo pas punya)..xixix. istilahny jaman dulu “sahabat pena” ceile

    1. Iyo mbak, sekarang kan jamannya sms. Mbak Ris, suka mau aku kirimin kartu pos juga ga? Hahaha, gambarnya seputaran Bandung tapi. Wah, lanjutin aja mbak ngumpulin perangkonya. Suka lihat ada yang jual koleksi perangko jaman dulu, laku mahal juga ternyata. Aku malah cuma punya sekuprit dan sekarang susah mau nyari buku perangko.
      Hahahahaha, generasi 90-an banget ya punya “sahabat pena” cihuy. Setauku ada juga kok project yang kirim-kiriman surat, tapi aku belum cari-cari lagi, masih tertarik tuker-tuker kartu pos dulu.

  2. Ruangan ‘sahabat pena’ boleh ke laman ‘PenPalWorld’, agak sukar mencari yang mahu menulis ‘real letter’ tapi masih ada…dan saya juga postcrosser sejak 2008:) Nice blog you have! Salam dari Malaysia…;’)

  3. Kesalahan saya ketika jalan2 ke tiap daerah adalah selalu makan dan makan. Nggak kepikiran sama sekali buat ke post office.

    Aku pengen juga mba,
    I think, i should put “become post crossers ” as my resolution on 2016.

    1. Hahaha, makan juga penting kok. Bisa juga itu, 2016 jadi postcrosser. Itung-itung nulis tangan lagi, hayo sekarang seringan ngetik daripada nulis kan?

    1. Halo Amanda, salam kenal kembali. Terima kasih sudah mampir. Cobain deh, asyik postcrossing ini. Ga asiknya cuma 1, nunggu postcard kita sampai. Haha, kalau aku bilang sekalian latihan sabar

      1. Halo Manda, aku pernah lihat aturannya, masih seperti yang aku tulis sih. Itu aturan 2013 ya? Paling kalo ada perubahan dikasih tahu sama petugas posnya alias suruh nambahin perangko. Hehe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s