.terpikat Pukat.

.terpikat Pukat.

Seberapa sering teman-teman membaca ulang sebuah buku? Sebulan sekali, saat liburan atau barangkali hanya sekali baca lalu sudah. Saya sendiri memiliki beberapa buku yang sering saya baca ulang. Biasanya akan saya baca saat sedang liburan. Salah satu buku itu adalah Pukat. Sebuah buku yang saya beli secara tidak sengaja sekitar 5 tahun lalu. Nama Tere Liye sebagai pengarang membuat saya mengambil buku ini dari rak.

DSC08604

Pukat merupakan buku kedua dari serial anak-anak mamak. Bercerita tentang Pukat Pasai dan dunianya. Dunia anak lelaki pak Syahdan dan Mamak Nur bersama Burlian, adik sekaligus pengikut setianya juga Eliana kakak perempuan yang galak dan Amelia, adik yang gemar mengadu. Hidup Pukat juga tidak bisa dipisahkan dari Wak Yati yang cerdas dan Nek Kiba guru mengaji yang bijak. Selain itu Pukat juga demikian akrab dengan Pak Bin, guru SD-nya.

Apa menariknya sebuah buku tentang anak SD? Polos dan sederhana adalah salah satu yang membuat saya jatuh cinta dengan Pukat. Pukat yang pintar namun juga suka menawar jika disuruh mamaknya. Meskipun tidak menolak membantu Bapak dan mamak di ladang, ia lebih senang bermain bersama Burlian. Hal lain yang juga menarik adalah cerita tentang mamak Nur dan pak Syahdan. Orangtua yang sangat berbeda menyikapi kenakalan anak-anaknya tetapi saling melengkapi dalam mendidik. Mamak Nur yang keras dan tegas namun sangat menyayangi anak-anaknya. Tidak pernah mengijinkan anak-anaknya ke sekolah tanpa sarapan. Bapak yang mengedepankan dialog dalam menghadapi anak-anak yang mulai sering protes dan banyak bertanya.

Bapak dan mamak pun menyebut anak-anaknya dengan julukan yang positif. Eliana, anak pertama dipanggil anak pemberani. Adik lelaki Pukat, Burlian dijuluki si anak spesial. Sedangkan si bungsu Amelia dipanggil anak yang kuat. Pukat sendiri dikenal sebagai anak yang pintar. Salah satu bukti kepintarannya adalah memecahkan perampok yang beraksi di kereta saat melintasi terowongan gelap.

Sebagai buku yang bercerita dari sudut pandang anak, banyak nasihat dalam buku ini. Selain dari bapak dan mamak, orang-orang dewasa di sekitar Pukat juga turut memberikan ajaran yang baik. Salah satu yang berkesan bagi saya adalah nasihat Nek Kiba saat anak-anak ribut bergunjing. Nek Kiba mengatakan bahwa mulut manusia adalah lubang pembuangan terkotor karena seringkali kita tidak bisa menjaga mulut kita dan mengeluarkan perkataan yang tidak berguna. Bisa dikatakan bahwa anak-anak mamak bisa menjadi anak yang berperilaku baik selain dibentuk oleh orangtuanya juga dibantu oleh lingkungan sekolah dan sekitar.

DSC08609

Benang merah dari serial anak-anak mamak adalah cerita tentang seberapa besar cinta mamak. Di bagian ini anak-anak meragukan apakah mamak benar-benar menyayangi mereka. Jika sayang, mengapa mamak selalu galak dan kadang memarahi mereka? Buat saya ini adalah bab yang menguras air mata karena menceritakan pengorbanan mamak untuk anak-anaknya. Pukat sendiri menyadari bahwa cinta mamak sangat besar saat dia jatuh sakit. Siapakah yang rela bangun malam untuk mengompres, menyediakan bubur, membersihkan muntahan dan setiap hari memasak makanannya jika bukan mamak? Harus diakui Tere Liye memang juara meramu cerita yang mengaduk perasaan.

Saya sudah menyelesaikan semua buku serial anak-anak mamak namun favorit saya tetap Pukat. Bisa jadi semacam cinta pertama yang sulit dilupakan upss karena Pukatlah buku pertama yang saya baca. Agaknya Tere Liye tidak akan menulis cerita tentang anak-anak mamak setelah dewasa. Meskipun begitu, saya kadang berharap cerita ini dilanjutkan. Namanya juga berharap, boleh saja kan ya πŸ™‚

Iklan

14 thoughts on “.terpikat Pukat.

  1. Interesting…
    Udah denger Tere Liye dari lama, tapi belum sempat baca bukunya heuheu…

    Terakhir novel yang baca berulang-ulang adalah Harry Potter hehehe πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€
    (yang terakhir, buku ke-7, saya baca beberapa kali karena ada bagian yang ga paham. Kenapa waktu dibunuh Voldemort, Harry ga mati… eh, koq malah jadi ngobrolin harpot wkwkwk…)

    1. Pertama tahu tere liye pas kuliah Ummu, habis itu suka baca bukunya. Tapi mule tahun 2013 an lum baca tere liye lagi. Ummu penggemar harry? Saya suka ngulangi nonton film harry yang pertama, masih kecil2. Kalau bukunya yang ke-4. Harpot emang asik diobrolin Ummu, hihihi.

      1. Iya mba unita, saya juga tau Tere Liye dari pas jaman kuliah temen-temen yang lain pada baca itu. Tertarik sih, tapi entah kenapa belum sempet aja bacanya hehehe πŸ˜€

        Iiiih, koq sama sih? Favorit saya juga yang ke-4 πŸ˜€ πŸ™‚
        Tos mba! πŸ˜€

    1. Untuk yang buku terakhir2 wes ga ngikutin lagi aku Feb. Nyoba baca buku dari penulis lain. Mau memperkaya bacaan gitu ceritanya πŸ™‚

      1. Kalau sekarang ini tak lihat ceritanya Feb, ga terlalu fanatik pengarang lagi. Hahaha, dulu suka Andrea Hirata, ternyata baca yang Ayah ga kelar2. Ini lagi mau baca Agustinus Wibowo yang Titik Nol. Jare temenku bagus, yaudah tak coba baca.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s