.hari Kartini tahun ini.

.hari Kartini tahun ini.

Tahun ini kantor saya mengadakan peringatan hari Kartini. Seperti dua tahun lalu, saya bingung mau pakai baju apa. Kenapa 2 tahun lalu? Iya, karena 2015 kantor tidak mengadakan peringatan hari Kartini. Nah tahun ini saya kembali pusing dengan dress code dari panitia. Kebaya. Saya tidak punya baju kebaya. Kebaya yang dipakai 2014 sudah diungsikan dari lemari. Lho, kalau ke undangan pakai baju apa dong? Pakai baju selain kebaya pastinya misal pakai batik geblek renteng. Hehe, asal ngeles ya. Beruntung ada Pasar Baru yang jadi penyelamat di detik-detik akhir. Didapatlah kebaya untuk menghadiri undangan hari Kartini. Saya sendiri kurang tahu mengapa peringatan  hari Kartini identik dengan kebaya dan kain  juga baju daerah. Mungkin karena pada masa itu ibu Kartini menggunakan kebaya dan kain dalam kehidupan sehari-harinya. Sedangkan saat ini kebaya dan kain lebih banyak digunakan pada kegiatan tertentu.

undangan
dress code oh dress code

Dalam peringatan hari Kartini kali ini, kantor mengundang ibu Marina Rosita dari OQ modelling school. Materi dari ibu Marina adalah etika, komunikasi dan tata busana. Bu Marina menyampaikan etika pergaulan yang berkaitan dengan kehidupan kantor. Misalnya bagaimana menjauh dari gosip, cara mengkritik yang baik dan kontrol terhadap penggunaan handphone. Dalam pergaulan sehari-hari sering kita ngobrol dan berujung pada gosip. Menurut bu Marina, cara terbaik adalah dengan meninggalkan pembicaraan tersebut. Terkait dress code bu Marina menyampaikan sebaiknya kita memakai baju sesuai dress code dari si pengundang sebagai bentuk sikap menghargai. Untung sempat beli kebaya 🙂

photogrid_1461229954866.jpg
materi dari bu Marina

Nah, kembali ke ibu Kartini. Kira-kira apa yang saya pelajari dari beliau? Menurut saya, yang paling menonjol dari ibu Kartini adalah cara beliau mencurahkan keresahan dan hasil pikirannya dalam tulisan. Bayangkan bila ibu Kartini hanya bertukar cerita atau mengeluhkan kondisi yang ada secara verbal, tentu pemikiran beliau yang maju tidak akan bisa dikenang sampai sekarang. Ibu Kartini dengan segala keterbatasan pada masa itu bisa menulis sedangkan saya yang tinggal nulis di blog ini aja kok males.  Malu banget kan? Selain itu hari Kartini  juga menjadi saat yang tepat untuk menghargai pahlawan perempuan lain. Meskipun tidak ada hari Cut Nyak Dhien, hari Dewi Sartika maupun hari Christina Martha Tiahahu, mereka tetaplah  teladan bagi perempuan  Indonesia.

fb_img_1461275535302.jpg
ibu-ibu luar biasa
20160421_163223.jpg
oleh-oleh hari Kartini

Dan mumpung masih April, saya mengucapkan selamat hari Kartini. Majulah perempuan Indonesia. Semoga perempuan Indonesia menjadi perempuan mandiri yang dapat menolong diri sendiri dan orang lain.

Kami berikhtiar supaya kami teguh sungguh, sehingga kami sanggup diri sendiri. Menolong diri sendiri. Dan siapa yang dapat menolong dirinya sendiri, akan dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna pula.

R.A. Kartini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s