.Orang-orang Proyek.

.Orang-orang Proyek.

Bahas buku lagi yuk. Judul buku kali ini adalah Orang-orang Proyek karya Pak Ahmad Tohari seorang penulis yang kuat sekali dalam menceritakan permasalahan sosial. Buku ini tidak sengaja saya beli 2006 lalu di bazar Mal Malioboro. Lama banget kan? Ceritanya bagus, membuat saya berkali-kali membacanya. Miriplah sama baca Pukat. Bagi saya sendiri ini merupakan buku ke-4 pak Ahmad Tohari yang saya baca. Tiga buku pertama tentu saja trilogi Ronggeng Dukuh Paruk dilanjutkan buku ini kemudian Di Kaki Bukit Cibalak. Dan yang masih antri untuk dibaca (efek tsundoku akut) yaitu Senyum Karyamin.

image

Orang-orang Proyek bercerita tentang Kabul, seorang insinyur sipil yang bertugas sebagai pelaksana proyek pembangunan jembatan sungai Cibawor. Kabul, yang merupakan aktivis semasa mahasiswanya adalah insinyur yang cerdas, jujur dan idealis. Proyek jembatan Cibawor sendiri merupakan proyek ketiga insinyur Kabul. Menjadi pelaksana proyek di tahun 1990-an berarti harus rela proyeknya dibangun dengan banyak titipan dari penguasa. Wajib selesai sebelum Pemilu 1992, dijadikan sebagai salah satu “jualan” kampanye partai GLM (Golongan Lestari Menang) sebuah partai yang berkuasa pada tahun itu serta diminta mendukung partai GLM.

Kabul sendiri merasakan dalam pembangunan jembatan ini banyak hal tidak sejalan dengan idealismenya.  Sang atasan sekaligus kakak tingkat kuliahnya, Insinyur Dalkijo, tidak banyak membantu dan memintanya berkompromi dengan kondisi yang ada.  Bahan baku bangunan dibawah standar dan waktu pengerjaan yang dipaksakan hanyalah sebagian masalah yang dihadapi Kabul. Di luar itu dia harus menghadapi tamu-tamu dari GLM yang meminta dukungan dana untuk partai. Sedikit meringankan Kabul adalah adanya Kades Basar, teman masa kuliah sekaligus rekan aktivis yang sekarang memimpin desa Cibawor dan pak Tarya, pensiunan PNS yang bijak tempat Kabul sering bertukar pikiran.

Selain konflik pribadi Kabul, Pak Ahmad Tohari sangat fasih menceritakan kehidupan di lokasi proyek jembatan. Ada mak Sumeh, pemilik jaringan warung yang melayani para pekerja proyek juga Tante Ana waria yang hobi bernyanyi dan menghibur para pekerja di akhir pekan. Ada pula Samin pekerja proyek yang dikabarkan hilang oleh bapaknya dan berpikir bahwa anaknya telah dikubur dalam pondasi jembatan untuk dijadikan tumbal. Tumbal dan jembatan, cerita yang familiar bukan?

Dan sebuah cerita tidak lengkap tanpa unsur cinta. Dialah Wati, warga desa Cibawor anak seorang anggota DPRD yang bekerja sebagai tenaga administrasi di proyek. Satu-satunya perempuan yang cemberutnya membuat hati Kabul berdesir.

Sepanjang 227 halaman, saya terpuaskan dengan cerita ini. Sederhana namun mengena ditambah bonus suasana pedesaan yang rinci membuat Orang-orang Proyek sayang untuk dilewatkan. Bagaimana Kabul akhirnya menyelesaikan proyek jembatan ini? Apakah Wati akhirnya mengakhiri kejombloan pak insinyur? Semuanya diselesaikan dengan apik di Orang-orang Proyek.

Ada cerita humor yang sangat populer tentang orang-orang proyek. Suatu saat di akhirat, penghuni neraka dan penghuni surga ingin saling kunjung. Maka penghuni kedua tempat itu sepakat membuat jembatan yang akan menghubungkan wilayah neraka dan wilayah surga. Bagian jembatan di wilayah neraka akan dibangun oleh orang neraka dan sebaliknya. Ternyata penghuni neraka lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya daripada penghuni surga. Dan ketika dicari sebabnya ditemukan kenyataan diantara para penghuni neraka banyak mantan orang proyek.

(Orang-orang Proyek, halaman 225)

Iklan

15 thoughts on “.Orang-orang Proyek.

    1. Halo mbak Tina, beberapa minggu lalu saya ke toko buku, ada buku ini mbak, cetakan baru. Di toko buku online juga ada. Selamat mencari 🙂

      1. Gitu ya.. saya nyarinya udah beberapa bulan yang lalu sih, ceritanya karena di buku pertama yang saya beli ada brosurnya buku itu, saya carilah itu buku tapi ngga dapet..
        yawis lah, lain waktu saya beli 🙂 Makasih infonya mba..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s