.belajar memanah & berkuda di Daarus Sunnah.

.belajar memanah & berkuda di Daarus Sunnah.

Segala sesuatu yang tidak mengandung dzikrullah padanya, maka itu kesia-siaan dan main-main kecuali empat perkara, yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah dan mengajarkan renang ( HR An-Nasai)

Minggu 14 Januari lalu saya berkesempatan belajar memanah dan berkuda di Daarus Sunnah Bandung bersama dengan rekan-rekan kantor. Rencana kegiatan ini sudah muncul sejak Oktober 2016 namun karena menunggu semua bisa ikutan, kegiatan ini baru bisa dilaksanakan di 2017. Better late than never tapi kan? Ini dia sedikit cerita dari kegiatan setengah hari tersebut.

Daarus Sunnah

Daarus Sunnah terletak dalam Eco Pesantren Daarut Tauhid. Di kompleks yang cukup luas ini terdapat sekolah, lapangan kemping, tempat berkuda dan lapangan memanah. Daarus Sunnah didirikan untuk lebih mengenal olahraga yang disunnahkan Rasulullah.

20170125_113426.jpg

Di Daarus Sunnah, kuda-kuda dirawat oleh para santri. Santri juga lah yang menjadi instruktur berkuda dan memanah. Hal ini sengaja dilakukan untuk melatih keberanian santri berbicara di depan umum dan bertemu langsung dengan masyakarat. Santri yang bersekolah di sini diharapkan menjadi pribadi dengan karakter BAKU. Karakter BAKU adalah BAik dan KUat yang diterjemahkan menjadi orang yang ikhlas, jujur dan tawadu juga disiplin, berani dan tangguh.

Tausiah 

Kegiatan pagi itu dipimpin oleh ustad dari Eco Pesantren. Ustad menerangkan tentang Daarus Sunnah serta kegiatan berkuda dan memanah akhir pekan yang biasa disebut Sunday Morning. Alhamdulillah di tengah pembukaan, Ustad Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym hadir di Daarus Sunnah. Aa Gym ternyata lihai banget dalam memanah dan menunggang kuda. Pagi itu Aa Gym menyampaikan tausiah tentang tips sukses. Tips sukses menurut beliau adalah memiliki target yang jelas, fokus, konsisten dan disiplin. Tausiah Aa Gym disampaikan secara interaktif. Selain dapat bertanya langsung pada Aa para peserta juga berkesempatan untuk foto bersama. Hehehe.

20170125_105602.jpg

Belajar berkuda

Kalau boleh jujur saya sebenarnya takut banget disuruh belajar berkuda. Dan inilah musuh pertama dari belajar berkuda. Mengatasi rasa takut. Untungnya nih, di Daarus Sunnah diterangkan cara pedekate dengan kuda. Pertama, para peserta dipersilakan untuk memberi makan kuda. Wortel diletakkan di telapak tangan dan kuda akan memakannya dengan lahap. Selesai memberi makan, usap ubun-ubun kuda dan sapa. Yup, disapa seperti kita menyapa teman. Kedua, kuda akan membela diri dengan menggigit dan menggunakan kaki belakangnya untuk menendang. Jadi tipsnya adalah jangan mendekati kuda dari belakang. Dekati dari depan atau samping. Kuda juga harus tahu bahwa kita adalah pemimpinnya. Jika saat didekati kuda masih belum nurut, tatap matanya kemudian tekan mulut kuda dengan telapak tangan. Untung deh, jurus ini ngga sampai digunakan. Kudanya nurut kok 🙂

20170125_105307.jpg

Setelah berkenalan dengan kuda, para peserta diajari cara mengendalikan kuda. Langkah awal adalah naik. Peserta perempuan diperbolehkan naik punggung kuda dengan bantuan tangga namun peserta laki-laki naik tanpa bantuan tangga. Langsung kebayang kerennya Nyi Ageng Serang menunggang kuda.

Selanjutnya, kami diajarkan cara membuat kuda mau jalan, berhenti, belok kanan dan kiri. Secara sederhana, “gas” kuda ada di perutnya. Untuk memerintahkan kuda berjalan, penunggang harus menepukkan kaki di perut kuda. Untuk “rem” dilakukan dengan menarik tali kekang ke arah perut kita sebagai sopir. Nah, kalau belok kiri dan kanan, tarik saja tali kekang ke pinggang sesuai arah yang kita inginkan. Terus gimana kalau posisi kita tidak stabil atau hampir jatuh? Caranya peluk leher kuda sampai posisi kembali stabil baru deh kembali duduk. Demikian juga bila ingin turun dan tidak ada tangga bantuan. Peluk saja leher kuda sampai jari-jari berkait kemudian angkat kaki kanan dan turun dengan dua kaki.

20170125_112014.jpg

Teorinya? Mudah. Prakteknya? Mendebarkan dan jadi semacam uji nyali buat saya. Setelah berhasil, biasanya nih kita merasa bangga. Nah, di awal ustad sudah mengingatkan bahwa ada risiko lain dari berkuda yaitu ujub, riya dan takabur. So, tetap ingat bahwa Alloh yang mengizinkan kita bisa mengendalikan kuda.

Memanah

Saya tadinya sempat berpikir memanah itu mudah. Pasalnya saya lihat di film 3 Srikandi kok kayanya gampang. Ternyata memanah lumayan sulit terutama agar anak panah menancap tepat sasaran. Posisi tangan merupakan hal yang penting dalam memanah. Selain itu perlu diperhatiakn juga cara memasang anak panah. Yang terasa setelah memanah sih tangan jadi lumayan pegal. Ketahuan banget lah saya ini jarang olahraga.

20170125_104825.jpg

Bila sudah mahir berkuda, tingkatan selanjutnya adalah berkuda sambil memanah. Langsung kebayang drama kolosal kan? Hehe. Seseorang yang  bisa berkuda sambil memanah itu keren sekali lho. Mereka bisa mengendalikan kuda tanpa tali kekang plus bisa mencapai target yang dipanah dengan tepat.

Setelah belajar berkuda dan memanah ini saya jadi ngeh, ngga heran olahraga ini disunnahkan oleh Rasulullah. Dari dua kegiatan ini, saya belajar mengendalikan rasa takut, bersahabat dengan binatang, fokus dan konsentrasi plus tidak sombong bila berhasil melakukan sesuatu. Jika dilakukan secara rutin, tubuh pun akan semakin kuat dan sehat. Benar kata Ustad, bahwa setiap sunnah mengandung kebaikan. Tertarik mengisi akhir pekan Anda dengan kegiatan positif? Daarus Sunnah bisa jadi pilihannya.

Daarus Sunnah by MQ Equestrian

Jl. Cigugurgirang No.33 Parongpong Kab. Bandung (nfo: +6281320008102)

Iklan

11 thoughts on “.belajar memanah & berkuda di Daarus Sunnah.

    1. Dipegang dan didorong gitu. Ngga nyobain, tapi menurut pemandu sih ngga digigit, dengan catatan yang kitanya juga ga ragu-ragu. Kalau ikut kegiatan hari Minggu bayar 125.000 per orang. Di luar hari Minggu bisa juga tapi ada minimal peserta dan biayanua tergantung jumlah peserta.

  1. Menarik banget nih, pengen nyoba juga belajar berkuda dan memanah. Dulu waktu SMP pernah ikutan belajar menembak, dan ikutan lomba, dan sehabis itu tertarik pengen nyoba belajar memanah cuma sampai sekarang belum kesampaian.

    Btw, kalau mau coba belajar berkuda dan memanah di Daarus Sunnah tarifnya berapakah? Apakah ada programnya? Lumayan sekalian main-main ke Bandung.

    1. Wah, menembak? Habis itu ngga dilanjut? Kalau di DS pas hari Minggu kegiatannya mereka bilang Sunday Morning bayarnya 125 ribu per orang. Belajar berkuda, memanah dan dapat makan siang. Selain hari Minggu kayanya harus grup deh. Kemarin bilangnya ada program buat yang mau belajar berkuda. Tujuan akhir bisa berkuda sambil memanah katanya. Cuma ngga nanya2 sih, sekali nyoba ini aja udah jiper. Hahaha.

      1. Nggak dilanjut, soalnya cuma demi kepentingan lomba aja. Lagian senapan anginnya juga minjem 😀

        Wah makasih infonya, nanti bisa dicobain nih kalau main ke Bandung lagi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s