.Kelas Inspirasi Sukabumi #2: belajar tiada akhir.

.Kelas Inspirasi Sukabumi #2: belajar tiada akhir.

Deg-degan. Itulah yang saya rasakan sebelum mengikuti kelas inspirasi Sukabumi 2. Kali ini deg-degannya bukan karena bingung gimana cara ngenalin profesi ke anak SD seperti KI Bandung 3 dan KI Bandung 4 tapi lebih ke persiapan kelompok sebelum mengajar. Gimana nggak, saat briefing dari 14 relawan pengajar hanya empat yang datang plus tidak ada dokumentator yang hadir. Memang, salah satu tantangan KI Sukabumi adalah mayoritas relawannya tinggal di luar Sukabumi. Termasuk di kelompok saya. Dari total 17 orang, yang sehari-hari di Sukabumi cuma saya sendiri. Jadilah segala koordinasi dilakukan lewat grup whatsapp.

DSCF5612
tim WA 🙂

Kelompok kami beruntung karena ada dua fasilitator yang menjadi pemandu di grup dan banyak membantu tugas yang harusnya dikerjakan oleh kami, relawan inspirator dan dokumentator. Jadwal mengajar, acara pembukaan dan penutupan, desain spanduk, konsumsi hingga papan cita-cita untuk siswa dan pernak pernik lain kami putuskan via diskusi di grup WA. Inilah pelajaran pertama dari KI Sukabumi yaitu belajar komunikasi yang efektif dan negosisasi. Gimana caranya keputusan bisa diambil tanpa bertemu dan bisa diterima dengan baik oleh seluruh anggota grup.

DSCF4848
pembukaan

Sampai dengan hari H, terkonfirmasi enam relawan pengajar dan dua dokumentator. Sesuai pembagian sekolah, kami mengajar di MI Azzahidiyah. Kelompok saya bersepakat untuk mengajar kelas 1 sampai 6. Kalau boleh jujur saya lebih milih ngajar kelas 3 sampai 6 saja. Ngga tahu kenapa rasanya takut mau masuk kelas 1 dan 2. Ternyata dari hasil pembagian saya mendapat kelas 5, 2 dan 4.  Mau ngga mau saya harus menerima tugas ini dan belajar untuk berani menerima tantangan serta keluar dari zona nyaman. Setelah pembagian kelas dan persiapan kelompok selesai, barulah saya memikirkan cara mengajar dan materi yang saya butuhkan. Berbeda dengan profesi sebelumnya di bagian SDM, pekerjaan sekarang di bagian K3 sebenarnya lebih mudah dijelaskan. Jadilah segala brosur dan foto yang ada kaitannya sama kerjaan saya potong dan tempel untuk bahan ajar.

Kismi 1
tempel sana sini

Hujan turun ketika hari inspirasi, 4 Februari 2017 dilaksanakan. Rencana pembukaan di halaman sekolah dialihkan ke ruang kelas dan hanya diikuti oleh kelas 5 dan 6. Dari rencana pembukaan yang gagal, saya belajar menerima kondisi tidak ideal plus diingatkan untuk menyiapkan rencana cadangan dalam segala hal. Selanjutnya 35 menit penuh cerita pun dimulai. Seperti dugaan saya sebelumnya, yang paling menantang memang kelas 2. Begitu masuk kelas, anak-anak kelas 2 ramai sendiri. Duh, bu guru magang ini jadi bingung. Akhirnya saya meminta anak-anak berdoa supaya mereka bisa tertib. Saya pikir mereka hanya akan membaca doa sebelum belajar saja. Ternyata anak-anak membaca doa sebelum belajar berikut surat-surat pendek lengkap seperti yang dilakukan saat pertama mulai kelas. Dan namanya anak-anak membacanya keras dan pastinya membuat kelas sebelah tidak bisa mendengar suara teman relawan yang sedang mengajar.

DSCF5009
berdoa
kismi 2
ssttt

Oya, dari pengalaman mengajar di tiga kelas yang paling berkesan buat saya adalah kelas 2. Benar kata teman saya, Suska, mengajar kelas kecil itu asyik. Anak-anak kelas 2 ternyata sangat antusias dan aktif dalam proses belajar. Efeknya suara serak dan berkali-kali harus melakukan tepuk diam. Berhasil membuat mereka diam? Berhasil setelah tepuk selesai. Habis itu ya ramai lagi, hehe, namanya juga anak-anak kan. Kuncinya hanyalah tetap sabar dan melakukan hal-hal kreatif untuk menarik perhatian mereka kembali.

unspecified-4.jpg
lihat apa?

Sebagaimana Kelas Inspirasi sebelumnya, setelah selesai mengenalkan profesi, kami meminta anak-anak menuliskan cita-citanya. Kalau saya amati, mayoritas cita-cita yang mereka tulis masih seputar guru, polisi, tentara dan pemain bola. Dan tidak ada satu pun dari kami yang berprofesi itu. Hahaha. Mungkin bagi anak-anak ini profesi analis pasar, perencana kota atau laboran masih belum tergambar seperti apa. Jadilah mereka kembali ingin menjadi profesi yang lebih dulu mereka kenal. Namun saya meyakini bahwa sesuatu itu butuh proses yang harus kita hargai. Mungkin saja di masa depan mereka ingat kami dan terinspirasi dengan profesi kami serta ingin menjadi profesi itu. Siapa tahu? Yang paling penting mereka tidak takut untuk bermimpi dan terus berusaha menjadi apa yang dicita-citakan.

kismi 3
cita-cita
DSCF5515
hatur nuhun

Setelah semua kelas selesai menulis cita-cita, kami pun berkumpul untuk penutupan. Kondisi halaman sekolah masih basah sehingga kami kembali menggunakan ruang kelas untuk menutup acara. Penutupan ini diisi dengan pembacaan puisi oleh perwakilan siswa dan menyanyi bersama. Ngga nyangka ternyata anak-anak hafal lagu Terima Kasih Guruku. Entah karena lirik lagu yang menyentuh atau suasana yang mendukung, di tengah lagu anak-anak mulai menangis. Saya dan teman-teman relawan jadi ikutan terharu. Akhirnya semua murid bersalaman dengan bapak dan ibu guru. Sebagai orang tua di sekolah yang tidak hanya mengajar tapi juga mendidik sudah tentu jasa bapak dan ibu guru tidak bisa kita balas selain dengan selalu menghormati beliau-beliau.

MI Azzahidiyyah-65
bahagia

Lengkap sudah pengalaman pertama Kelas Inspirasi di luar kota Bandung. Senang? Pasti. Saya ngga kapok buat terlibat dalam kerumunan positif ini. Selalu banyak pelajaran berharga dari Kelas Inspirasi baik dari sesama relawan, dari anak-anak di sekolah maupun dari lika liku persiapan KI itu sendiri. Eh, kalau tertarik ikut kelas inspirasi jadwal KI terdekat bisa di cek di sini.

p.s. Foto-foto kece dari teh Risti dan kang Yudha. Makasih ya 🙂

Iklan

8 thoughts on “.Kelas Inspirasi Sukabumi #2: belajar tiada akhir.

      1. Bawa buku atau alat peraga yang jadi projectmu dear, trus crita behind the scene nya. Hehe, semoga jadi terinspirasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s