.pengalaman perpanjangan paspor di Kantor Imigrasi Sukabumi.

.pengalaman perpanjangan paspor di Kantor Imigrasi Sukabumi.

Minggu pertama masuk kerja sudah berakhir. Semangat mana semangat? Sebelumnya saya mohon maaf ya teman-teman jika selama menulis di blog ini atau membalas komentar ada yang kurang berkenan. Mumpung masih suasana Lebaran. Maafin ya, akang teteh sadayana.

Di hari pertama masuk kerja kemarin saya ngabur sebentar ke kantor imigrasi buat ambil paspor. Jadi ceritanya paspor saya habis masa berlaku awal 2018. Sementara KTP saya masih ada tanggal berlakunya dan itu sampai 10 Juni kemarin. Karena parno bakalan ditanya-tanya tentang tanggal berlaku KTP akhirnya tanggal 8 Juni saya ke kantor imigrasi buat memperpanjang paspor.

Niat awal, saya akan memperpanjang paspor di Kanim Jakarta Selatan sekalian ganti jadi e-passport. Kan lumayan, bisa dapat visa waiver buat ke Jepang. Namun apa daya, waktu yang tidak memungkinkan membuat saya harus membatalkan rencana ini. Sebenarnya saya cukup surprise dengan adanya kantor imigrasi di Sukabumi. Tadinya saya pikir harus ke Bogor buat urus paspor. Alhamdulillah bisa lebih dekat. Kantor imigrasi ada di Jalan Lingkar Selatan, persis di sebelah terminal bus Sukabumi.

20170705_095132.jpg
datang kepagian

Seperti banyak diceritakan untuk mengurus paspor disarankan datang pagi. Waktu membuat paspor di Kanim Bandung saya juga datang jam setengah 7 dan antrian sudah panjang. Nah pas di Kanim Sukabumi ternyata jam segitu masih sepi dong. Ngga terlihat antrian sebelum kantor dibuka. Tahu gini saya datang aja sesuai jam pelayanan. Jadi ngga perlu buru-buru berangkat dan buang waktu satu jam buat nunggu.

Setelah pelayanan dibuka, saya segera menuju customer service untuk mendapatkan formulir bermap orange. Lengkapi saja formulirnya sesuai data kita. Selanjutnya formulir dikumpulkan dengan dilengkapi syarat sebagai berikut:

1. Fotokopi KTP. Jangan lupa untuk memfotokopi KTP di kertas A4 dan tidak dipotong. Biarkan aja tetap dalam ukuran kertas A4.

2. Fotokopi kartu keluarga. Ini juga sama dikopi di kertas A4. Oya, ada baiknya cek dulu data di KTP dan kartu keluarga. Waktu membuat paspor dulu, permohonan saya ditolak karena RT di KTP dan kartu keluarga lain. Jadi lebih baik pastikan dulu data-datanya daripada sudah ke kantor imigrasi dan ditolak. Sakit rasanya ditolak, apaan sih ini.

3. Fotokopi akte kelahiran atau ijazah atau surat nikah bagi yang sudah menikah (ya iyalah). Ukuran kertas masih sama, pokoknya semua pakai kertas A4 ya. Ini opsional sih, saya kemarin pakai akte kelahiran saja tanpa fotokopi ijazah apalagi surat nikah.

4. Surat rekomendasi dari kantor. Surat ditujukan ke Kanim Sukabumi dan isinya menerangkan bahwa saya bekerja di kantor tersebut.

5. Paspor lama. Karena saya mau perpanjang paspor, jadi paspor lama saya dikumpulkan beserta persyaratan lainnya.

Selain berkas-berkas tersebut, kita juga harus mengisi surat pernyataan bermeterai. Buat yang ingin tambah nama ada surat permohonan tambah nama yang harus dilengkapi. Tenang, surat-surat tersebut berikut meterainya ada di koperasi. Tinggal beli dan isi saja.

Setelah memeriksa formulir berikut berkas pelengkap dan surat pernyataan, customer service akan menanyakan apakah kita membawa dokumen aslinya? Kalau berkas kita lengkap dan dokumen asli dibawa kita akan diberi nomor antrian untuk wawancara dan foto. Sebaliknya kalau dokumen asli tidak dibawa, kita tidak akan diberi nomor antrian dan dipersilakan untuk mengambil dokumen asli terlebih dulu. Jadi ingat ya, bawa fotokopian dan dokumen aslinya. Loket untuk mengajukan permohonan maupun perpanjangan paspor buka dari jam 08.00 sampai jam 12.00.

20170705_094058.jpg
pintu “informasi”

Setelah menunggu sekitar 10 menit, saya dipanggil untuk wawancara dan foto. Di loket ini dokumen asli diperiksa oleh petugas. Selanjutnya petugas memfoto dan mengambil data sidik jari. Selesai foto, petugas akan memberikan slip pembayaran. Kita bisa membayar di bank dan tiga hari setelah membayar paspor bisa diambil. Total biaya perpanjangan paspor dan biometrik sebesar Rp 355.000,-.

Oya satu lagi. Mulai Maret 2017 untuk pembuatan maupun perpanjangan paspor yang tujuannya untuk umroh, kita diminta menyampaikan rekomendasi dari kantor Kementerian Agama setempat. Teknisnya, biro umroh membuat surat yang ditujukan untuk Kementerian Agama sesuai alamat KTP disertai SK izin biro tersebut. Selanjutnya calon jamaah melengkapi dengan fotokopi KTP. Kemudian dari Kemenag akan mengeluarkan surat rekomendasi. Jika saat pengajuan kita belum membawa surat rekomendasi, paspor tetap akan diproses dengan catatan saat pengambilan harus menyerahkan rekomendasi tersebut.

20170705_101554.jpg
surat pernyataan, permintaan paspor lama dan map dokumen

Langkah terakhir adalah pengambilan paspor. Paspor bisa diambil mulai jam 13.00 sampai 16.00. Saya menyerahkan bukti pembayaran di loket dan bilang ingin mengambil paspor lama. Untuk mendapatkan paspor lama, ada surat pernyataan bermeterai yang harus diisi. Surat pernyataan bisa diperoleh di koperasi. Petugas akan meminta surat diisi kemudian diserahkan bersama fotokopian halaman identitas paspor lama dan baru. Setelah itu, beres deh. Paspor siap digunakan melancong 🙂

20170705_093053.jpg
paspor baru vs paspor lama

Sekian pengalaman perpanjangan paspor di Sukabumi. Harapan saya, ke depan e-passport bisa diproses di semua kantor imigrasi. Mungkin ngga ya?

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s