.menikmati seni APAR di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Heiho, pasti sudah pada tahu ya kalau bandara Soekarno Hatta punya terminal baru yang keren? Terminal ini memang membanggakan. Selain bangunannya yang megah, di Terminal 3 Ultimate juga terdapat karya seni mural yang jadi favorit pelancong untuk berfoto. Lebih keren lagi, gambar mural tersebut mampu membuat tabung APAR menjadi karya seni yang cantik. Kebetulan, Oktober kemarin saya berkesempatan mengabadikan beberapa gambar yang ada di tempat keberangkatan maupun kedatangan. Gambar muralnya memang bagus dan yang membuat saya kagum adalah kreativitas pembuatnya. Kok kepikiran ya? Aduduh, benar-benar membuat yang ngga nyeni macam saya mupeng pengen bisa gambar.

Sebelum menikmati deretan gambar mural, lebih dulu kenalan dengan APAR yuk. Di Indonesia, peraturan tentang APAR mengacu pada Permenakertrans Nomor PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Alat Pemadam Api Ringan sendiri didefinisikan sebagai alat yang ringan serta mudah dilayani oleh satu orang untuk memadamkan api pada mula terjadi kebakaran.

APAR sendiri dapat berupa air, tepung kering (powder), busa (foam) atau gas. Masing-masing bisa dipilih berdasarkan potensi kebakaran yang mungkin timbul apakah berasal dari benda padat, logam, instalasi listrik bertegangan atau bahan cair dan gas. Nah, peraturan tersebut juga mengatur posisi APAR dan peletakan serta ukuran papan nama APAR. Jadi nih, seharusnya APAR diletakkan dengan posisi puncak APAR maksimal berjarak 1,2 meter dari lantai atau untuk bahan CO2 dan powder dapat lebih rendah dengan jarak minimal dari lantai 15 cm. Itu tadi sekilas tentang APAR, untuk mengetahui lebih lanjut silakan dibaca Permenakertrans terkait 🙂

Dan ini dia beberapa karya seni mural berbasis APAR yang saya temui di Terminal 3 Ultimate. Saya paling suka balon udara, kalau teman sekalian suka yang mana?

DSC_4268.JPG

but first, selfie

DSC_4276.JPG

marionette atau boneka tali

DSC_5874.JPG

balon udara

DSC_5870.JPG

let’s fly

DSC_5863.JPG

red lipstick, anyone?

DSC_5871.JPG

ketiup angin

DSC_5868.JPG

diving

DSC_5873.JPG

kerja sama

DSC_5872.JPG

yang ini apa kira-kira?

DSC_5875.JPG

nyangkut euyyy

DSC_5865.JPG

lorong waktu atau kamehameha?

DSC_5867.JPG

mendarat di bulan

DSC_5864.JPG

pemakan serangga ehh APAR

DSC_5866.JPG

balonku ada tiga

DSC_5876.JPG

simpan dulu APAR-nya

Iklan

8 respons untuk ‘.menikmati seni APAR di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

  1. Nataline berkata:

    Bukan lorong waktu atau kamehameha, tapi aku rasa itu maksudnya semacam lentera.

    Memang bagus dan kreatif, saya setuju, tapi agak mengurangi fungsinya. Ketika terjadi bencana kebakaran, dikhawatirkan orang2 tidak ‘ngeh’ klo itu adalah APAR yg bisa dipakai. Takutnya orang2 berpikir itu adalah bagian dari dekorasi.

    • Unita berkata:

      Bisa juga. Fungsinya ga berkurang asal dicek aku rasa mbak. Ada baiknya ditambah tanda segitiga APAR untuk menghindari ngga “ngeh”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s