.Tentang Harapan dan Keinginan.

hope

Salah satu hal yang membuat kita bisa bertahan dalam suatu kondisi yang sulit dan tidak menyenangkan adalah adanya harapan bahwa di waktu yang akan datang, keadaan akan membaik. Baik karena usaha kita sendiri atau karena berbagai perubahan yang pasti terjadi. Begitu juga di dunia kerja. Tahun ini, memasuki tahun ke-9 saya bekerja di perusahaan yang telah banyak memberi warna dalam hidup. Selama hampir 1 dekade, saya merasakan pasang surut. Tantangan, rasa puas karena mencapai kinerja yang diinginkan, pindah dan adaptasi, bosan, ingin menyerah, keinginan mencoba bidang lain serta kebahagiaan karena dikelilingi lingkungan yang baik.

Dari sekian pasang surut itu, yang paling menganggu adalah bila keinginan pindah datang. Ada banyak faktor penyebab, namun salah satu pemicu munculnya keinginan itu di diri saya adalah keinginan pindah ke kota dan bagian tertentu. Bukan karena apa yang saya kerjakan sekarang tidak menarik dan kotanya tidak nyaman, tapi lebih ke keinginan mencari yang lebih nyaman. Di titik ini, saya merasa menjadi orang yang kurang bersyukur.  Kayanya enak kalau pindah nanti bisa ini itu atau itu enak banget sih si A, soalnya dia bla bla bla. Semua mengarah ke orang lain dan tidak fokus pada berbagai kemudahan yang dirasakan sendiri.

Minggu lalu, ketika rasanya hati tidak tenang dan banyak keinginan ini itu yang akhirnya membuat semangat turun, saya mengontak seorang teman. Panjang lebar kami bertukar pikiran lewat whatsapp. Kami sampai pada kesimpulan bahwa manusia itu sawang sinawang, saling melihat. Dan umumnya, rumput tetangga terlihat lebih hijau. Tentang keinginan pindah, kami berdiskusi bahwa tidak semua kenyamanan tempat atau kota yang kita bayangkan itu akan menjadi asyik dan nyaman ketika sudah kita jalani. Dia mengingatkan tentang kenalan kami yang sudah mendapat apa yang dia inginkan tapi nyatanya hati dan pikirannya tidak nyaman dan kalau boleh memilih, ingin kembali ke tempat sebelum kenalan kami ini pindah.

Pada akhirnya, saya harus setuju dengan kalimat be careful with you wish for. Emosi sesaat, rasa jenuh yang salah disikapi atau hanya rutinitas yang membuat bosan tidak selamanya harus direspon dengan keinginan pindah. Hati-hati dengan harapan dan keinginan ini tidak cuma berlaku untuk masalah pekerjaan saja menurut saya. Sebab, saat kita mengharapkan sesuatu, kita akan memikirkan dan mengucapkannya sehingga seperti nasehat lain, kata-kata itu akan menjadi doa dan menentukan nasib kita selanjutnya. Semoga saya selalu ingat, untuk menjalani apapun dengan syukur. Be careful with you wish for and always think positive.

2 respons untuk ‘.Tentang Harapan dan Keinginan.

  1. Anis berkata:

    Kebalikanku nih, gak kebayang pindah tapi malah pindah, wkwkwk
    Mungkin yang harus pindah memang waktunya pindah, dan yang belum dipindahkan memang masih punya kesempatan buat “lebih bersinar” di tempatnya sekarang ❤

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s