.Review Buku Jouska: The Principles of Personal Finance.

Halo apa kabar pembaca yang budiman? Masih ingat sebelumnya saya pernah menuliskan tentang pengalaman ikutan Jouska Talks di blog ini? Alhamdulillah banyak yang mampir sini dan membaca tulisan tersebut. Jouska emang beneran akun instagram favorit ya, hehe. Baru-baru ini Jouska me-launching buku keuangan pertamanya. Berhubung banyak yang penasaran, mau beli tapi ragu, mau pinjam tapi malu, lebih baik baca dulu reviewnya di sini ya. Kebetulan kemarin pengen menghadiahi diri sendiri jadilah saya membeli buku Jouska.

20190419_184503.jpg

bukunya Jouska

Saya akan mulai dari tampilan buku. Buku The Principles of Personal Finance, selanjutnya kita sebut buku Jouska berukuran A4 dan dicetak dalam kertas yang bagus dan full colour. Buku ini memiliki 132 halaman, namun terlihat tebal karena kertasnya yang eksklusif. Kalau mau dibawa-bawa kemudian dibaca di kereta misalnya, memang kurang praktis. Rasanya buku ini lebih cocok dibaca sambil duduk di ruangan atau kafe yang ada mejanya sambil mencatat, hal apa dari buku ini yang harus segera kita praktekkan atau harus kita perdalam lagi pengetahuannya.

Secara garis besar, ada tiga bagian dalam buku Jouska. Yang pertama adalah pandangan CEO Jouska yaitu mas Aakar. Di bagian ini mas Aakar menuangkan pandangannya tentang industri keuangan di Indonesia dan masa depan Jouska itu sendiri. Bagian kedua mengisahkan terbentuknya Jouska oleh tiga pendirinya yaitu mas Aakar, mbak Farah Dini, dan mbak Indah Hapsari. Habis baca sejarah Jouska ini, jadi sadar bahwa Jouska ngga serta merta seterkenal dan sehits sekarang. Tetep ada perjuangan di baliknya.

20190419_184756.jpg

Jouska is…

Bagian ketiga mereka beri judul Jouska approach and Jouska chronicles. Inilah bagian kunci dari buku The Principles of Personal Finance. Jouska chronicles merupakan hasil wawancara Jouska dengan sahabat-sahabatnya. Sahabat Jouska juga beragam, mulai artis sampai pengusaha. Ada cerita-cerita tentang keuangan, gaya hidup, dan hobi  dari sahabat Jouska yang bisa kita ambil pelajarannya.

Inti dari prinsip-prinsip finansial tertuang dalam Jouska approach. Pendekatan-pendekatan yang dilakukan Jouska, bermula dari segitiga dasar atau basic triangle meliputi risk profile, current financial statement dan goals. Intinya, kalau mau mulai menata keuangan kita, 3 hal basic tersebut harus kita kenali. Karena sesama single belum menikah pun bisa jadi punya risk profile yang berbeda, misalnya yang satu membiayai sekolah adiknya sedangkan yang lain benar-benar hidup untuk diri sendiri.

20190419_184949.jpg

hai Vidi

Baca lebih lanjut

.mudahnya baca buku di iPusnas.

IMG-20180816-WA0002.jpg

aplikasi iPusnas

Sejak punya smartphone, kebiasaan saya dalam membaca buku bisa dikatakan berubah. Sebelum tidur, setelah bangun bahkan saat menunggu antrian atau dalam kereta saya dulu memanfaatkan sebagai waktu untuk membaca. Namun sekarang, waktu tersebut lebih banyak saya gunakan untuk melihat hand phone, baik bersosial media maupun sekedar memantau berita online dan menyimak grup. Saya bahkan pernah membuat jadwal “detoks” sosmed gara-gara sudah merasa kecanduan. Kadang saya merindukan saat-saat dimana bisa membaca buku 3 jam non stop atau menghabiskan malam dengan membaca buku yang baru dibeli.

Bulan lalu, tidak sengaja saya mengeluhkan perihal susahnya memaksa diri membaca kepada seorang teman. Kemudian teman saya ini memberi saran agar saya mengunduh aplikasi iPusnas. Katanya, biarpun bukan buku cetak setidaknya ada buku yang dibaca daripada sekedar browsing ngga jelas atau stalking yang kurang penting. Rupanya iPusnas ini sudah ada sejak tahun 2016 dan diluncurkan sebagai upaya Perpustakaan Nasional untuk meningkatkan minat baca. Dan terbukti dong, sejak mengunduh di play store sampai sekarang, saya sudah membaca lebih kurang 10 buku. Not bad kan? 🙂

20180815_085349.jpg

Buku yang tersedia di aplikasi iPusnas cukup lengkap dan beragam. Untuk melakukan peminjaman, terlebih dulu kita mendaftar dengan email maupun akun facebook. Kemudian apabila ingin meminjam buku, tinggal cari saja buku yang diinginkan. Pencarian bisa menggunakan judul buku atau nama penulis. Jika buku yang kita inginkan masih tersedia, otomatis akan terunduh dan masuk dalam daftar buku yang dipinjam. Namun bila buku sedang dipinjam semua, kita bisa mengantri. Bila buku sudah tersedia, akan ada notifikasi dari iPusnas. Setiap akun hanya boleh meminjam 3 buku dengan lama peminjaman per buku selama 3 hari. Trus gimana bila sudah 3 hari belum selesai baca? Secara otomatis, buku akan ditarik oleh iPusnas. Namun jangan khawatir, buku yang sama bisa kita pinjam lagi.

Baca lebih lanjut

.Resign! cerita segar anak kantoran.

Sebelum libur tahun baru imlek, mari kita ngomongin buku. Siapa tahu ada yang berniat ngabisin libur dengan ngadem di rumah sambil baca, metro pop terbitan Gramedia ini bisa jadi pilihan. Saya sendiri kenal Resign! lewat wattpad. Yup, anda tidak salah baca pemirsa. Cerita ini memang lebih dulu terbit di wattpad dan termasuk cerita dengan pembaca yang banyak. Cukup surprise juga waktu pertama menemukan tulisan Almira Bastari di wattpad yang kebanyakan isinya perjodohan atau CEO pujaan kaum hawa yang mengejar cinta #apasihnit.

20180211_171851.jpg

Di wattpad, cerita ini ngga diposting sampai selesai karena sudah dipinang penerbit. Kemudian dibukalah pre order buku dengan bonus lanyard. Saya sendiri ngga minat ikut PO-nya karena dari cerita terakhir yang diposting penulis, ending Resign! sudah bisa ditebak. Ternyata info dari instagram dan wattpad penulis, PO Resign! cukup “berdarah-darah” alias rebutan saking banyak peminat. Terus kenapa tiba-tiba sekarang beli? Ngga ngerti deh, waktu ke Gramed PVJ dan melihat si gonjreng ini saya ngerasa pengen bawa pulang aja, random kan? Oke deh, daripada kelamaan mending kita liat aja ini buku sebenarnya nyeritain apa sih?

Tersebutlah di suatu kantor konsultan di ibukota, serombongan cungpret alias kacung kampret berlomba untuk resign. Ada Alranita alias Rara, cungpret yang paling lama bertahan di divisi tersebut lalu Karen ibu satu anak yang kerjaannya dimarahin muluk, kemudian Carlo si gempal yang baru nikah dan Andre cungpret yang nasibnya paling mending plus terakhir ada anak baru bernama Sandra si pemuja bos. Nah, bos idola Sandra inilah sumber masalah bagi cungpret lain. Namanya Tigran. Masih muda, pinter, ganteng tapi bikin para cungpret sibuk menyumpah setiap selesai meeting atau dikasih tugas. Oke, dari sini udah mulai tergambar kan novel ini ngomongin apaan?

cuti

gambar dari IG penulis

Buat saya sendiri, cerita Resign! ini menghibur dan bikin ngakak. Meskipun bekerja di perusahaan yang tekanannya tidak seperti Alranita dan geng cungpret tapi beberapa kejadian terasa relate dengan dunia perkantoran yang saya alami. Hahaha. Terutama adegan ngajuin cuti dan bergosip sesama teman kantor. Atau keluhan, ampun atasanku, ngga enak banget sih? Percayalah, belajar dari kisah para cungpret, yang kita keluhkan itu belum tentu yang terburuk. Bisa jadi kalau diganti dapat yang lebih parah. Hahaha. Baca lebih lanjut

.buku-buku di 2017.

 

Selamat datang 2018. Enam belas hari sudah berjalan di tahun yang kata orang tahun politik. Semoga tetap aman dan kondusif, terutama komentar-komentar di media sosial. Emang harus saya akui kalau membaca status instagram atau menonton video di Youtube kemudian berkomentar itu bukan hal asing lagi di Indonesia. Bukan hal aneh juga mendapati orang yang ribut karena masing-masing berkomentar di postingan instagram artis atau figur publik.

Saya sendiri  pun lebih sering melihat medsos plus kurang kerjaan membaca komentar-komentar daripada baca buku. Itulah kenapa malu banget kalau nengok resolusi 2017 lalu. Yes, dengan menundukkan kepala saya musti bilang kalau saya gagal membaca satu bulan satu buku. Tahun lalu, saya hanya berhasil membaca sepuluh buku saja dan itupun saya lakukan mulai bulan Januari sampai Juli, ngga rutin pula. Keliatan banget ngga konsisten di sisa 2017.

Apa yang terjadi Saudara? Well, ngga ada kecuali memang tidak meluangkan waktu. Kalau emang niat, sebelum tidur membaca satu halaman itu bisa banget. Apalagi kalau weekend atau sedang dalam perjalanan kereta. Nyatanya di kereta saya lebih asyik dengan ponsel daripada buku. Kebiasaan ini pengen banget saya ubah. Kangen rasanya turun dari kereta rampung baca setengah atau bahkan selesai satu buku.

Meski gagal mencapai target, saya tetep dengan bangga membuat list buku yang berhasil saya baca di 2017. Yang sedikit membuat saya senang adalah akhirnya saya keluar dari kenyamanan fiksi dan penulis tertentu. Baca lebih lanjut

.Tamaki Aso: anchor woman favorit.

Sebulan lalu dunia internet heboh sama mbak Ira Kusno. Itu lho, pembaca berita yang kemudian menjadi moderator debat calon gubernur DKI. Kalau saya nih, setiap ingat pembaca berita langsung inget Tamaki Aso. Tamaki Aso, tokoh sentral dari dorama Anchor Woman. Dorama ini sudah lama sekali ditayangkan. Kayanya zaman saya masih SD atau SMP awal. Seingat saya dulu ditayangkan tiap akhir pekan di Indosiar. Secara garis besar Anchor Woman atau News no Onna menceritakan kehidupan Tamaki Aso bersama anak tirinya dan lika liku Aso sebagai seorang jurnalis.

anchor-woman400

Ryu, Aso, Kubota

Tamaki Aso adalah perempuan mandiri dan sukses. Belum lama menjadi penyiar berita malam yang merupakan acara prime time di Channel 2 Aso  menikah dengan Kaito Kudo, seorang profesor dengan satu anak bernama Ryu. Sampai suatu hari Aso harus membacakan berita tentang kecelakaan yang menewaskan suami dan mantan istrinya. Kehilangan ayah dan ibu, Ryu tidak punya pilihan selain tinggal dengan Aso, ibu tiri yang baru satu kali dia temui dan tidak disukainya. Aso yang juga tidak menyukai Ryu, menerima Ryu atas desakan Mr. Kubota sahabat almarhum suaminya. Setidaknya sampai bibi Ryu kembali dari Afrika, Aso bersedia tinggal bersama anak tirinya.

Sebagai penyiar berita andalan Channel 2, Tamaki Aso adalah jurnalis yang cerdas dan berdedikasi tinggi. Selalu tepat waktu, memberikan ide-ide segar dan fokus dalam mengerjakan tugas adalah nilai lebih Aso. Namun dibalik kesempurnaannya, Aso juga orang yang egois dan mau menang sendiri. Hingga karena idealisme dalam bekerja, Aso harus mengundurkan diri dari Channel 2. Aso menolak untuk tidak menayangkan investigasi kasus yang menyangkut perusahaan tempatnya bekerja. Alhasil, dia harus rela kehilangan posisi sebagai penyiar utama dan harus mencari pekerjaan ke stasiun televisi lain.

Sial bagi Aso. Dipecat Channel 2 artinya tidak ada stasiun TV besar lain yang mau menerimanya sebagai penyiar. Satu-satunya stasiun televisi yang bersedia mempekerjakan Aso adalah TV Kabel Niko Niko, sebuah TV lokal dengan pelanggan sedikit. Kehidupan Aso seketika berubah. Dari fasilitas mobil jemputan plus sopir di Channel 2 menjadi sepeda onthel dari Niko Niko. Meskipun berpindah tempat kerja, Aso tetap pribadi yang sombong dan sulit  menerima sepenuhnya keberadaan dirinya di stasiun TV kecil. Sampai kamerawan Aso di Niko Niko mengirimkan dokumenter tentang sampah karya Aso dan ternyata memenangkan penghargaan. Saat itulah Channel 2 menawarinya kembali bergabung. Di sinilah keteguhan Tamaki Aso diuji. Kembali bersama Channel 2 atau bertahan di Niko Niko. Sebuah pilihan sulit yang akhirnya diambil Aso dengan bantuan orang-orang terdekatnya. Baca lebih lanjut