.1006.

.1006.

20170610_063859.jpg

Tidak ada yang berbeda dari 10 Juni. Waktu tetap 24 jam, 1440 menit dan 86.400 detik. Yang membedakan hanya doa yang semakin komplit dan waktu berdoa yang lebih lama. Rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Alloh SWT sampai hari ini. Tidak lupa permohonan agar dikaruniai usia yang panjang dan penuh manfaat, tercapainya cita-cita dan harapan, diberikan kesehatan yang paripurna serta hidup yang penuh keberkahan. Semoga doa-doa itu diijabah Yang Maha Kuasa, aamiin. Dear myself, happy birthday 🙂

Syukur tuk Yang Kuasa
Atas beragam anugrah
Kusertakan doa
Panjang umur kasih berlimpah

.hari kurang usia.

.hari kurang usia.

image
Aamiin. thank you postcrossing

Ada beberapa hal berbeda yang saya rasakan saat hari lahir. Ketika SD, saya sama sekali ngga ngerti tentang hari ulang tahun. Anak SD di desa seperti saya, mana pernah merayakan ulang tahun. Jadi hari lahir sama saja seperti hari-hari lain. Beralih ke masa SMP, hari lahir berarti makan bersama teman-teman dekat. Mie ayam atau bakso jadi menu andalan saat itu. Memasuki SMA, peringatan hari kelahiran berarti kebanggaan punya KTP dan bisa ikut Pemilu 🙂

Setelah kuliah dan apalagi bekerja, hari lahir menjadi saat merenung. Seperti tadi pagi. Saat terbangun dan menyadari bahwa ini adalah hari lahir saya, yang saya rasakan adalah saya bertambah tua. Apa yang sudah saya perbuat selama sekian tahun hidup ini? Sedih deh kalau ingat banyaknya waktu yang saya buang percuma.

Kebetulan hari lahir tahun ini bertepatan dengan bulan Ramadhan. Semoga selama dan setelah Ramadhan saya bisa menjadi manusia yang lebih baik. Seiring angka usia yang bertambah dan jatah usia yang berkurang, rugi rasanya jika hari ini saya tetap menjadi manusia yang sama seperti kemarin.

Jadi untuk diriku, selamat hari lahir. Semoga Alloh selalu memberikan kesehatan dan keberkahan dalam hidup ini. Aamiin 🙂