.Kelas Inspirasi Sukabumi 3: KI terakhir di kota mochi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setiap kali menulis tentang kelas inspirasi di blog ini, saya selalu kembali dengan kesimpulan KI itu bikin nagih. Itu pula yang membawa saya mendaftar di KI Sukabumi 3. Seperti gelaran KI lainnya, rangkaian acara ngajar anak SD di KI selalu diawali dengan briefing. Hanya saja briefing kali ini terasa nyesek setelah ada informasi bahwa KI ini adalah KI terakhir di Sukabumi. Panitia ingin mengganti KI dengan kegiatan yang lebih berkelanjutan. Dan dengan alasan ini pula, relawan yang dipilih tidak sebanyak tahun lalu karena SD yang didatangi pun lebih sedikit. Selain itu, panitia juga memilih SD yang lokasinya jauh dari kota Sukabumi. Saya mendapatkan kesempatan berbagi inspirasi di SDN Sukasari 4.

Sekolah tempat saya mengajar sangat sederhana. Jumlah siswanya pun tidak banyak. Dengan sepuluh relawan pengajar, saya kebagian mengisi 3 kelas. Diawali dengan kelas 2, 5 dan terakhir kelas 6. Meskipun sudah ada pengalaman sebelumnya, tetap saja saya gugup. Apalagi menghadapi kelas kecil. Tapi alhamdulillah kekhawatiran saya tidak terjadi. Surprisingly, kelas 2 anteng dan antusias banget selama proses pengenalan profesi. Mereka pinter-pinter dan aktif menjawab setiap pertanyaan. Demikian juga dengan kelas 5 dan 6. Hari itu saya beneran baper, rasanya ngga rela aja kalau ini menjadi KI Sukabumi terakhir.

Lalu mau dibawa kemana KI Sukabumi? Well, KI Sukabumi dilanjutkan dengan program yang diharapkan berkelanjutan dan lebih mengena bagi warga sekolah. Kegiatannya antara lain literasi, parenting, peningkatan kualitas guru, sekolah sehat, ekstrakulikuler dan wajib belajar. Sebagai contoh, saya tergabung dengan program literasi maka kami merencanakan untuk mengumpulkan buku dan mendonasikan ke sekolah terpilih. Selanjutnya kami pun bisa menyusun program lain yang berkaitan literasi misalnya lancar baca untuk anak kelas 1.

Kalau ditanya saya lebih senang mana antara ngajar di KI dengan program lanjutan? Jujur saya lebih suka ngajar di kelas inspirasi. Semoga nantinya di literasi ada ngajarnya juga, jadi hasrat menjadi guru bisa tersalurkan. Nah, karena ini KI Sukabumi edisi bontot, saya sengaja post banyak foto. Sebagai kenangan bahwa pernah ada gerakan hebat di Sukabumi yang (semoga) menelurkan program lanjutan yang tak kalah hebat 🙂

Kelas inspirasi Sukabumi 3: Puncak inspirasi jejak langkah perubahan

Iklan

.Kelas Inspirasi Sukabumi #2: belajar tiada akhir.

Deg-degan. Itulah yang saya rasakan sebelum mengikuti kelas inspirasi Sukabumi 2. Kali ini deg-degannya bukan karena bingung gimana cara ngenalin profesi ke anak SD seperti KI Bandung 3 dan KI Bandung 4 tapi lebih ke persiapan kelompok sebelum mengajar. Gimana nggak, saat briefing dari 14 relawan pengajar hanya empat yang datang plus tidak ada dokumentator yang hadir. Memang, salah satu tantangan KI Sukabumi adalah mayoritas relawannya tinggal di luar Sukabumi. Termasuk di kelompok saya. Dari total 17 orang, yang sehari-hari di Sukabumi cuma saya sendiri. Jadilah segala koordinasi dilakukan lewat grup whatsapp.

DSCF5612

tim WA 🙂

Kelompok kami beruntung karena ada dua fasilitator yang menjadi pemandu di grup dan banyak membantu tugas yang harusnya dikerjakan oleh kami, relawan inspirator dan dokumentator. Jadwal mengajar, acara pembukaan dan penutupan, desain spanduk, konsumsi hingga papan cita-cita untuk siswa dan pernak pernik lain kami putuskan via diskusi di grup WA. Inilah pelajaran pertama dari KI Sukabumi yaitu belajar komunikasi yang efektif dan negosisasi. Gimana caranya keputusan bisa diambil tanpa bertemu dan bisa diterima dengan baik oleh seluruh anggota grup.

DSCF4848

pembukaan

Sampai dengan hari H, terkonfirmasi enam relawan pengajar dan dua dokumentator. Sesuai pembagian sekolah, kami mengajar di MI Azzahidiyah. Kelompok saya bersepakat untuk mengajar kelas 1 sampai 6. Kalau boleh jujur saya lebih milih ngajar kelas 3 sampai 6 saja. Ngga tahu kenapa rasanya takut mau masuk kelas 1 dan 2. Ternyata dari hasil pembagian saya mendapat kelas 5, 2 dan 4.  Mau ngga mau saya harus menerima tugas ini dan belajar untuk berani menerima tantangan serta keluar dari zona nyaman. Setelah pembagian kelas dan persiapan kelompok selesai, barulah saya memikirkan cara mengajar dan materi yang saya butuhkan. Berbeda dengan profesi sebelumnya di bagian SDM, pekerjaan sekarang di bagian K3 sebenarnya lebih mudah dijelaskan. Jadilah segala brosur dan foto yang ada kaitannya sama kerjaan saya potong dan tempel untuk bahan ajar.

Kismi 1

tempel sana sini

Baca lebih lanjut