.pengalaman tes toefl di IES Jakarta.

20180424_054206.jpg

kiriman paket dari IES

Hai, ada yang lagi cari-cari tempat buat tes TOEFL? Kalau iya, kamu berada di tempat yang tepat. Hehe, kali ini saya mau sharing tentang tes TOEFL yang saya ambil 14 April lalu. Masih lumayan fresh kan? Jadi ceritanya, saya pengen banget tahu berapa sih kemampuan TOEFL saya sekarang. Soalnya sertifikat TOEFL saya udah habis masa berlakunya. Malahan udah habis di 2016. Sedikit mundur, 2014 saya mengambil tes TOEF di Pusat Bahasa ITB karena waktu itu saya masih kerja di kantor Bandung. Tesnya dilakukan di hari kerja. Atas kebaikan atasan, saya izin sekitar 3 jam untuk ikutan tes. Nah, pas mau ambil tes di 2018 ini pertimbangan pertama saya adalah hari tes.

Tinggal di Sukabumi, saya memilih untuk tes di Bandung atau Jakarta. Hasil pencarian di Bandung nihil sehingga satu-satunya harapan adalah Jakarta. Dari hasil googling, ada 2 tempat yang saya pilih untuk mengambil tes di hari Sabtu. Pertama, di LBI Universitas Indonesia dan kedua di IES Jakarta. Untuk tes tanggal 14 April, hanya jadwal di IES Jakarta yang tersedia.

Pendaftaran tes TOEFL di IES sepenuhnya dilakukan melalui website. Di form aplikasi, terdapat pilihan tanggal namun tidak terdapat pilihan jam. Sebagai informasi, untuk hari Sabtu, IES menyediakan 2 jadwal yaitu jam 09.00-12.00 dan 13.00-16.00. Saat itu saya menelpon pihak IES dan meminta untuk ikut tes jam 1, namun pihak IES menyatakan bahwa waktu tes akan diplot oleh pihak IES. Setelah yakin bahwa bisa datang jam 9 pagi di Jakarta, saya memutuskan untuk mendaftar tes TOEFL. Email dari IES masuk tidak lama setelah saya mensubmit form pendaftaran.

Sesuai petunjuk di email, saya membayar biaya tes TOEFL sebesar 485.000 rupiah kemudian mengirimkan bukti transfer dan scan atau foto kartu identitas (bisa KTP, SIM atau paspor) kepada pihak IES. Selanjutnya pihak IES memverifikasi dan saya kembali mendapat email balasan berupa kartu peserta tes. Kartu peserta ini harus kita cetak dan menjadi syarat untuk mengikuti tes TOEFL. Selain kartu peserta, wajib juga dibawa kartu identitas asli yang ada fotonya dan bukti transfer selain itu bawa juga pensil 2B dan penghapus karena pihak IES tidak menyediakan alat tulis.

Bagaimana menuju IES Jakarta? Baca lebih lanjut

Iklan

.wisata seni di NuArt Sculpture Park.

Hai, apa kabar libur panjang akhir pekan? Semoga setelah libur semangat kerja atau kuliah meningkat ya. Hari ini saya mau cerita seputar galeri seni di Bandung. Akhirnya setelah ngga tinggal di Bandung lagi. saya kesampaian main ke galeri milik seniman Nyoman Nuarta. Biasanya kalau ada di kota yang sama memang suka menunda dan nanti- nanti buat main ke suatu tempat.

NuArt Sculpture Park terletak di kompleks Setra Duta dengan total luas 3 hektar. Dari mulai masuk komplek perumahan hingga halaman sudah tersaji karya seni pak Nuarta. Tidak perlu takut nyasar karena papan nama galeri terlihat jelas dari arah datangnya kendaraan. Setahu saya tidak ada angkutan umum menuju tempat ini jadi selain kendaraan pribadi, silakan naik ojek atau taksi jika berminat mengunjungi galeri.

20180211_111318-1.jpg

halaman NuArt Sculpture Park

20180211_112235.jpg

“Doa”

20180211_111721.jpg

lupa judulnya apa

Untuk masuk ke galeri, pengunjung membayar tiket seharga 50.000 rupiah. Harga ini akan didiskon bila pengunjung masih pelajar atau mahasiswa dengan menunjukkan KTM atau kartu pelajar. Mas dan mbak resepsionis akan memberikan stiker NuArt sebagai suvenir dan stiker bulat untuk ditempel di baju sebagai tanda bagi pengunjung. Jangan khawatir, di galeri ini kita diperbolehkan mengambil gambar dengan catatan tanpa flash namun dilarang untuk memegang karya.

20180211_123756.jpg

sambutan di lobi 🙂

20180211_112942-1.jpg

GWK dalam berbagai media

Saya pertama kali melihat karya Nyoman Nuarta di Bali. Yup, pasti sudah pada tahu jika patung Garuda Wisnu Kencana adalah karya beliau yang fenomenal karena ukuran yang sangat besar. Selanjutnya saya melihat karya seni pak Nuarta saat dipamerkan di terminal 3 bandara Soekarno Hatta. Agak ketinggalan memang, karena karya pak Nuarta sendiri mulai dikenal di akhir tahun 1979. Selain GWK, patung Arjuna Wijaya di Jakarta juga merupakan karya beliau. Nah, di galeri kita bisa menikmati lebih banyak karya putra kelahiran Tabanan ini.

Kunjungan dimulai dari lantai 2. Di lantai ini terdapat karya seni yang berasal dari kawat, tembaga, kuningan dan resin. Jika diamati cukup banyak karya lulusan ITB ini terinspirasi dari sosok perempuan. Di lantai 2 yang paling saya senangi adalah patung miss wolly. Gemes ngeliat domba dari kawat. Untuk karya di lantai dasar, titik sentral ada di karya berjudul Nightmare.

20180211_113821.jpg

“Miss Wolly”

20180211_114337.jpg

dari depan ke belakang: Stress, Condemned, Waiting

Baca lebih lanjut

.Resign! cerita segar anak kantoran.

Sebelum libur tahun baru imlek, mari kita ngomongin buku. Siapa tahu ada yang berniat ngabisin libur dengan ngadem di rumah sambil baca, metro pop terbitan Gramedia ini bisa jadi pilihan. Saya sendiri kenal Resign! lewat wattpad. Yup, anda tidak salah baca pemirsa. Cerita ini memang lebih dulu terbit di wattpad dan termasuk cerita dengan pembaca yang banyak. Cukup surprise juga waktu pertama menemukan tulisan Almira Bastari di wattpad yang kebanyakan isinya perjodohan atau CEO pujaan kaum hawa yang mengejar cinta #apasihnit.

20180211_171851.jpg

Di wattpad, cerita ini ngga diposting sampai selesai karena sudah dipinang penerbit. Kemudian dibukalah pre order buku dengan bonus lanyard. Saya sendiri ngga minat ikut PO-nya karena dari cerita terakhir yang diposting penulis, ending Resign! sudah bisa ditebak. Ternyata info dari instagram dan wattpad penulis, PO Resign! cukup “berdarah-darah” alias rebutan saking banyak peminat. Terus kenapa tiba-tiba sekarang beli? Ngga ngerti deh, waktu ke Gramed PVJ dan melihat si gonjreng ini saya ngerasa pengen bawa pulang aja, random kan? Oke deh, daripada kelamaan mending kita liat aja ini buku sebenarnya nyeritain apa sih?

Tersebutlah di suatu kantor konsultan di ibukota, serombongan cungpret alias kacung kampret berlomba untuk resign. Ada Alranita alias Rara, cungpret yang paling lama bertahan di divisi tersebut lalu Karen ibu satu anak yang kerjaannya dimarahin muluk, kemudian Carlo si gempal yang baru nikah dan Andre cungpret yang nasibnya paling mending plus terakhir ada anak baru bernama Sandra si pemuja bos. Nah, bos idola Sandra inilah sumber masalah bagi cungpret lain. Namanya Tigran. Masih muda, pinter, ganteng tapi bikin para cungpret sibuk menyumpah setiap selesai meeting atau dikasih tugas. Oke, dari sini udah mulai tergambar kan novel ini ngomongin apaan?

cuti

gambar dari IG penulis

Buat saya sendiri, cerita Resign! ini menghibur dan bikin ngakak. Meskipun bekerja di perusahaan yang tekanannya tidak seperti Alranita dan geng cungpret tapi beberapa kejadian terasa relate dengan dunia perkantoran yang saya alami. Hahaha. Terutama adegan ngajuin cuti dan bergosip sesama teman kantor. Atau keluhan, ampun atasanku, ngga enak banget sih? Percayalah, belajar dari kisah para cungpret, yang kita keluhkan itu belum tentu yang terburuk. Bisa jadi kalau diganti dapat yang lebih parah. Hahaha. Baca lebih lanjut

.Kelas Inspirasi Sukabumi 3: KI terakhir di kota mochi.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setiap kali menulis tentang kelas inspirasi di blog ini, saya selalu kembali dengan kesimpulan KI itu bikin nagih. Itu pula yang membawa saya mendaftar di KI Sukabumi 3. Seperti gelaran KI lainnya, rangkaian acara ngajar anak SD di KI selalu diawali dengan briefing. Hanya saja briefing kali ini terasa nyesek setelah ada informasi bahwa KI ini adalah KI terakhir di Sukabumi. Panitia ingin mengganti KI dengan kegiatan yang lebih berkelanjutan. Dan dengan alasan ini pula, relawan yang dipilih tidak sebanyak tahun lalu karena SD yang didatangi pun lebih sedikit. Selain itu, panitia juga memilih SD yang lokasinya jauh dari kota Sukabumi. Saya mendapatkan kesempatan berbagi inspirasi di SDN Sukasari 4.

Sekolah tempat saya mengajar sangat sederhana. Jumlah siswanya pun tidak banyak. Dengan sepuluh relawan pengajar, saya kebagian mengisi 3 kelas. Diawali dengan kelas 2, 5 dan terakhir kelas 6. Meskipun sudah ada pengalaman sebelumnya, tetap saja saya gugup. Apalagi menghadapi kelas kecil. Tapi alhamdulillah kekhawatiran saya tidak terjadi. Surprisingly, kelas 2 anteng dan antusias banget selama proses pengenalan profesi. Mereka pinter-pinter dan aktif menjawab setiap pertanyaan. Demikian juga dengan kelas 5 dan 6. Hari itu saya beneran baper, rasanya ngga rela aja kalau ini menjadi KI Sukabumi terakhir.

Lalu mau dibawa kemana KI Sukabumi? Well, KI Sukabumi dilanjutkan dengan program yang diharapkan berkelanjutan dan lebih mengena bagi warga sekolah. Kegiatannya antara lain literasi, parenting, peningkatan kualitas guru, sekolah sehat, ekstrakulikuler dan wajib belajar. Sebagai contoh, saya tergabung dengan program literasi maka kami merencanakan untuk mengumpulkan buku dan mendonasikan ke sekolah terpilih. Selanjutnya kami pun bisa menyusun program lain yang berkaitan literasi misalnya lancar baca untuk anak kelas 1.

Kalau ditanya saya lebih senang mana antara ngajar di KI dengan program lanjutan? Jujur saya lebih suka ngajar di kelas inspirasi. Semoga nantinya di literasi ada ngajarnya juga, jadi hasrat menjadi guru bisa tersalurkan. Nah, karena ini KI Sukabumi edisi bontot, saya sengaja post banyak foto. Sebagai kenangan bahwa pernah ada gerakan hebat di Sukabumi yang (semoga) menelurkan program lanjutan yang tak kalah hebat 🙂

Kelas inspirasi Sukabumi 3: Puncak inspirasi jejak langkah perubahan

.5 hal yang perlu disiapkan untuk umroh.

Fiuuh, rupanya tulisan umroh sudah saya buat 2014 lalu. Dan janji untuk melanjutkan bahasan tentang persiapan umroh baru dapat ditunaikan sekarang. Maafkan saya. Namun semoga keterlambatan penulisan ini bisa memberikan informasi yang lebih lengkap serta bisa membantu siapa saja yang kebetulan akan pergi umroh dan perlu referensi.

Umroh adalah sebuah perjalanan ziarah di tanah suci yang memerlukan persiapan matang. Seperti tulisan sebelumnya, saya membagi persiapan umroh menjadi 5 macam yaitu persiapan administrasi, fisik, ilmu, perlengkapan dan belanja/ jajan. Mari kita bahas satu persatu.

1. Persiapan administrasi

Berkaitan dengan berkas-berkas pendaftaran umroh, ada beberapa hal yang menurut saya perlu perhatian khusus yaitu paspor, vaksin meningitis, foto dan visa. Untuk bisa bepergian ke luar negeri paspor menjadi hal wajib. Selain itu paspor juga diperlukan pada saat melakukan vaksin meningitis. Jadi syarat pertama ketika akan umroh adalah sudah memiliki paspor. Khusus untuk umroh, nama kita di paspor harus terdiri dari tiga kata. Misalnya saya yang namanya hanya dua kata maka saya menambahkan nama bapak di belakang nama sendiri.

Gimana cara membuat paspor? Kita bisa datang langsung ke kantor imigrasi yang paling dekat dengan domisili. Sebagai referensi, saya pernah menulis pengalaman tentang perpanjangan paspor di sini. Proses buat baru dan perpanjangan paspor tidak jauh berbeda. Jika tidak ada yang menemani atau masih ragu untuk membuat paspor sendiri, kita bisa meminta batuan pihak tur. Setahu saya tur umroh bersedia membantu pengurusan paspor.

Setelah paspor di tangan, kita juga harus punya visa umroh dari kedutaan Arab Saudi. Salah satu yang dipersyaratkan untuk memperoleh visa umroh adalah surat keterangan sudah divaksin meningitis. Surat keterangan ini dikenal dengan kartu kuning. Pemberian vaksin meningitis bisa dilakukan di kantor kesehatan pelabuhan. Untuk Bandung, kita bisa melakukan vaksinasi di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Bandung. KKP Bandung terletak di Jalan Cikapayang dekat dengan perempatan Dago. Untuk mendapatkan vaksin meningitis, kita tidak perlu membawa paspor asli namun cukup fotokopinya saja. Selanjutnya seluruh proses sudah terkomputerisasi. Biaya vaksin sebesar 305.000 rupiah meliputi biaya administrasi, pembelian buku kuning dan vaksin. Untuk jamaah perempuan, ditambah dengan tes kehamilan seharga 25.000 rupiah. Bila sedang sepi, hanya dibutuhkan sekitar 30 menit untuk proses vaksin beserta administrasinya.

Nah, kalau untuk foto umroh ukuran yang diminta 4×6 dengan latar putih dan proporsi wajah 80%. Biasanya pihak studio foto sudah paham ukuran dan persyaratan foto umroh. Duh, ini pembuatan pas foto yang paling bikin saya tidak PD. Berasa foto isinya muka semua. Setelah lengkap, paspor, kartu kuning dan foto kita kumpulkan ke pihak tur. Jangan lupa berdoa semoga visa bisa terbit dengan lancar.

2.  Persiapan fisik

_20180128_140826.JPG

suasana sai

Ibadah umroh memang tidak selama ibadah haji. Namun tetap saja diperlukan fisik yang prima. Bila kita sudah biasa berolah raga, hal tersebut akan sangat membantu selama kita melaksanakan ibadah umroh. Namun bila kita tidak biasa olah raga, tidak ada salahnya bila sebelum umroh kita banyak berjalan kaki atau sekedar jogging di akhir pekan. Hal ini karena selama umroh kita banyak berjalan. Minimal jalan dari penginapan ke masjid.

Bagaimana dengan tawaf dan sai? Sejujurnya inilah alasan saya rajin olah raga sebelum umroh. Tawaf saat umroh pastilah tidak sepadat saat musim haji. Titik kepadatan biasanya ada di dekat hajar aswad, maqam Ibrahim dan hijr Ismail. Putaran tawaf menjadi agak tersendat di sini. Sedangkan di area setelah hijr Ismail, relatif lebih lancar. Saya sendiri mempersiapkan diri dengan olahraga sejak sebulan sebelum berangkat umroh. Sebagai simulasi kita bisa melakukan jalan keliling lapangan sebanyak tujuh kali.

Lain lagi dengan sai. Sai adalah berjalan dari bukit Safa ke bukit Marwa sebanyak tujuh kali atau totalnya sekitar 3,5 kilometer. Kalau tawaf tidak ada jeda artinya kita terus bergerak memutari Ka’bah sedangkan untuk sai relatif lebih santai. Namun tetap saja diperlukan fisik yang kuat agar proses sai berjalan dengan lancar dan tidak terlalu ngos-ngosan 🙂

Selain itu bila kita mempersiapkan kondisi fisik dengan baik, rasa lelah karena perjalanan, adaptasi dengan kondisi cuaca yang berbeda ataupun kurangnya istirahat pada hari pertama tidak akan terlalu berpengaruh pada badan kita. Untuk itu, sekali lagi, jangan lupa olah raga ya sebelum umroh.

3. Persiapan ilmu

wpid-photogrid_1434697379135.jpg

buku yang bisa dibaca sebagai bekal umroh

Sebelum melakukan sesuatu akan lebih mantap jika kita tahu ilmunya. Demikian juga dengan umroh. Setidaknya kita harus tahu tata cara dan doa yang dibaca. Bekal ilmu bisa kita dapatkan dari buku, internet maupun tanya ke orang yang sudah pernah umroh. Bila tidak ada waktu untuk membaca buku sempatkan untuk hadir saat tur mengadakan manasik dan membaca buku panduan doa yang dibagikan ke jamaah.

Menurut saya pribadi, membekali diri dengan banyak pengetahuan akan sangat memudahkan pelaksanaan ibadah. Misalnya bila kita batal saat putaran tawaf belum selesai, apakah mengulang atau bagaimana? Sebelum berangkat puaskan ke-kepo-an kita sebanyak-banyaknya. Selain yang berkaitan dengan ibadah, kita juga bisa kepo dengan hal lain misal cara masuk Raudhah atau tentang mencium hajar aswad. Bekal pengetahuan seperti ini akan membuat ibadah kita lebih nyaman dan mantap.

Bagaimana dengan hafalan doa? Baca lebih lanjut